Tupolev ANT-25, Pembom Pemecah Rekor Sebelum U-2

3489
Sumber gambar: Alan Wilson

Jauh hari sebelum Amerika Serikat (AS) menerbangkan U-2, Uni Soviet pada 1933 sudah menerbangkan pembom yang memiliki sayap superlebar mirip U-2. Pesawat yang diberi nama Tupolev ANT-25 itu sudah memecahkan recor terbang jauh dari Rusia menuju AS.

Pada awalnya, Tupolev ANT-25 diciptakan sebagai pesawat pembom jarak jauh. Lantaran dibuat cuma dua, akhirnya hanya dijadikan pesawat uji coba.

Keberadaan pesawat ini tidak lepas dari keinginan Kliment Voroshilov dari Dewan Revolusi (Revvoyensovyet) yang menginginkan Uni Soviet memiliki sebuah pembom jarak jauh.

Keinginan itu akhirnya dilaksanakan oleh semacam brigade yang biasa menangani pembuatan pesawat uji coba di bawah pimpinan Pavel Sukhoi. Untuk proyek ini Sukhoi dibantu Andrei Tupolev.

Prototipe pesawat ini diberi nama RD-1, singkatan dari Rekord Dalnosty (Range Record). Kadang  ada yang menamainya TsAGI-25 dan Tupolev ANT-25.

Saat terbang perdana pada 22 Juni 1933, pesawat yang ditenagai mesin Mikulin AM-34 ini diterbangkan oleh pilot uji Mikhail Gromov. Setelah melakukan beberapa penyempurnaan, dibuatlah prototipe kedua RD2, kali ini menggunakan mesin M-34R.

Pesawat kedua digunakan untuk melakukan uji coba penerbangan jarak jauh pada September 1934. Kali ini pilot uji Gromov ditemani dua rekannya Filin dan Spirin.

Bertiga mereka berencana melakukan uji terbang sejauh 12.411 km dari Moskwa menuju Kharkov dengan pemberhentian di Ryazan, Tula, dan Dnepropetrovsk. Sayang karena kekurangan bahan bakar, mereka tidak bisa kembali ke Moskwa.

Pada tahun yang sama setelah mengoreksi rute perjalanan, kali ini tujuannya lebih fokus yaitu dari Moskwa menuju AS melalui Kutub Utara. Tim membuat landasan khusus sepanjang empat km di pangkalan udara Schelkov, Moskwa.

Tanggal 3 Agustus 1935 akhirnya Levanessky, Baydukov, dan Levchenko terbang. Sampai 50 km pertama Tupolev ANT-25 hanya dapat naik pada ketinggian 500 m. Selanjutnya pesawat dinaikan pada ketinggian 5.000 m (16.000 kaki) dengan kecepatan rata-rata 165 km/jam (103mph).

Sayang, baru pada kisaran 2.000 km, pesawat mengalami kebocoran oli mesin yang mengakibatkan mesin kekurangan tenanga hingga terpaksa melakukan pendaratan darurat di Krechevits, Novgorod.

Semangat Levanessky untuk memecahkan rekor tidak patah. Kali ini bersama Georgy Baydukov yang menjadi pilot cadangan merangkap ahli mesin, Valery Chkalov yang sebelumnya penerbang tempur, dan kopilot Alexander Belyakov yang merupakan instruktur di akademi penerbangan.

Rute yang dipilih adalah Moskwa menuju timur jauh dengan jarak 9.374 km. Guna menghormati pimpinan tertinggi negara, penerbangan ini diberi nama Rute Stalin.

Setelah mempelajari rute dengan baik dan merasa yakin, akhirnya pada Juli 1936 penerbangan dilaksanakan dengan melalui Franz Josef Land-Severnaya Zemlya-Tiksi-Yakutia-Petropavlovsk-Kamchatsky-Khabarovsk-Laut Okhotsk.

Mereka mendarat di Pulau Udd (sekarang bernama Pulau Chkalov) di sekitar Sungai Amur. Kali ini mereka berhasil setelah melakukan penerbangan selama 56 jam 20 menit.

Untuk dapat tinggal landas kembali di sepanjang pantai Udd, dibuat landasan dari kayu, karena pasirnya dianggap kurang kokoh untuk menahan beban Tupolev ANT-25 saat tinggal landas. Pada 2 Agustus 1936, pesawat tinggal landas menuju Moskwa.

Politbiro yang merupakan lembaga tertinggi di Uni Soviet merasa keberhasilan Chkalov tersebut dapat membawa harum negara jika rutenya menuju luar Uni Soviet. Politbiro pun memerintahkannya untuk terbang menuju Brasil.

Pada 14 Agustus 1936, dipersiapkanlah pesawat Tupolev ANT-25 kedua. Penerbangan direncanakan pada 25 September, tapi sayang pemerintah Brasil tidak mengizinkan wilayahnya dilewati dan rencana itu dibatalkan.

Keinginan untuk terbang menuju Brasil akhirnya diganti menuju AS dengan rute Moskwa-San Francisco. Perjalanan dilaksanakan pada Juni 1937 dengan awak sama seperti penerbangan sebelumnya.

Rute petama yang mereka lalui adalah dari Moskwa menuju Portland, AS dalam kondisi cuaca kurang baik. Setelah terbang 60 jam mereka sudah dapat melalui Seattle. Dua jam selanjutnya mereka melintasi mercusuar Portland yang berada di Sungai Columbia yang sudah merupakan wilayah hukum AS.

Setelah melintasi Kota Eugene mereka baru tahu bahwa persediaan bahan bakar menipis. Pesawat putar kembali ke arah Vancouver, Kanada dan mendarat di Lanud Pearson. Perjalanan ini  menempuh jarak sejauh 9.130 km dengan waktu tempuh 63 jam 25 menit.

Tiga minggu setelah Chkalov dan kawan-kawannya menyelesaikan perjalanan, Uni Soviet kembali melakukan penerbangan untuk memecahkan rekor. Kali ini menggunakan pesawat cadangan dengan registrasi URSS-NO25 dan dipublikasi besar-besaran.

Rute yang dilalui tidak tanggung-tanggung, yaitu melintasi Kutub Utara dari Moskwa menuju San Jacinto, AS nonstop. Awaknya terdiri dari  Gromov, Yumashev, dan Danilin.

Misi ini diberangkatkan pada Juli 1937 dengan jarak tempuh 11.500 km. Menjelang berakhirnya perjalanan di sekitar San Diego, mereka terperangkap kabut tebal.

Untuk menjaga keselamatan, mereka mendarat di padang rumput sekitar San Jacinto, yang tidak jauh dari Lanud  March. Sebagai penghormatan, tempat pendaratan ini dijadikan lokasi bersejarah dan landmark oleh negara bagian California dengan nomor 989.

Penerbangan ini mereka tempuh selama 62 jam dan 17 menit. Dengan bahan bakar yang tersisa, mereka masih dapat terbang sejauh 1.500 km. Artinya, mereka dapat saja melanjutkan perjalanan sampai ke Panama.

Misi pemecahan rekor kali ini merupakan misi terakhir yang menggunakan Tupolev ANT-25. Karena keinginannya sudah terpenuhi, Politbiro pun tidak membuat program untuk pemecahan rekor lagi.

Rekor terbang ini baru terpecahkan pada 5 November1938 oleh Richard Kellett yang terbang dari Ismailia, Mesir menuju Darwin, Australia menggunakan Vickers Wellesley yang telah dimodifikasi. Ia terbang sejauh 11.525 km.

Author: Harzan Djajasasmita / Remigius S.