Lima Kali AS Kehilangan Senjata Nuklirnya

8321

Yang namanya senjata nuklir, tidak semua negara bisa membuat atau memilikinya. Bom atau rudal nuklir yang sudah jadi pasti disimpan dengan baik dan dijaga dengan ketat. Maklum saja, sebagai senjata strategis, bom atau rudal nuklir memang memiliki daya gentar sekaligus daya rusak yang luar biasa. Gegabah bertindak, senjata tersebut bisa jatuh ke tangan pihak yang salah, dijiplak teknologinya, atau bahkan digunakan untuk tujuan jahat.

Nyatanya, negara sekelas Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam klub negara eksklusif pemilik senjata nuklir rupa-rupanya pernah kehilangan sejumlah senjata nuklir, baik karena kecelakaan, maupun karena kelalaian.

Walaupun tidak semuanya bisa ditemukan kembali, kita masih bisa bernafas lega karena tidak (atau belum) terjadi dampak serius atas kasus-kasus tersebut.

Fat Man yang Hilang

Pada 13 Februari 1950, pesawat pembom strategis Convair B-36B dari 7th Bomb Wing sedang dalam perjalanan dari Alaska ke Texas dalam rangka melakukan latihan navigasi dari Eielson AFB ke Carswell AFB. Skenario latihan juga mencakup simulasi serangan nuklir ke San Fransisco.

Dalam perjalanan, B-36B tersebut mengalami kerusakan pada ketiga mesinnya dan mulai kehilangan ketinggian. Untuk mengurangi beban, awak B-36B tersebut terpaksa menjatuhkan muatannya, bom nuklir Mk4 Fat Man ke Samudera Pasifik. Bom tersebut diledakkan di udara, menimbulkan kilatan dan gelombang kejut. Komponen inti uranium dari bom tersebut hilang dan tak pernah ditemukan kembali.

Mk15 di Pesawat B-47

Sebuah B-47 yang membawa bom termonuklir taktis Mk15 hilang pada 10 Maret 1956, tepat sebelum jadwal pengisian bahan bakar di udara di wilayah Laut Tengah.

B-47 ini lepas landas dari MacDill Air Force Base dan tengah dalam perjalanan menuju Eropa. Posisi terakhir pesawat tidak diketahui, dan laporan terakhir menunjukkan kalau awaknya terjebak awan tebal pada ketinggian 14.500 kaki. Bom nuklir Mk15 yang dibawa B-47 tersebut memiliki daya ledak 3,4 megaton.

Bom Nuklir Hilang Ditelan Rawa

Pada 24 Januari 1961, sebuah pesawat pembom B-52 yang masih baru mengalami kegagalan mesin sesaat setelah lepas landas dari pangkalan udara di Goldsboro, Carolina Utara. Pesawat tersebut jatuh di rawa-rawa, dan dua bom nuklir yang berdaya 24 ton hilang ditelan tanah gambut rawa.

Pencarian intensif termasuk dengan menggali rawa tersebut sampai kedalaman 20 meter tidak menunjukkan hasil apapun. AU AS akhirnya melarang siapapun memasuki wilayah rawa tersebut.

Bom Nuklir Jatuh di Perairan Jepang

A-4 Skyhawk adalah pesawat serang taktis dengan kemampuan membawa bom nuklir. Secara berkala AL AS membawa bom nuklir dan memindahkannya ke pangkalan di luar AS secara rahasia.

Pada 5 Desember 1965, sebuah A-4E Skyhawk yang tengah dimuati bom nuklir taktis dengan kekuatan 1 kiloton bergeser dan jatuh dari dek USS Ticonderoga. Pesawat tempur malang tersebut tenggelam ke kedalaman 4.000 kaki di Samudera Pasifik.

AL AS merahasiakan kejadian ini dan baru membukanya 15 tahun kemudian. Yang jadi perkara, AL AS ternyata berbohong. Titik kejadian yang katanya 500 mil dari daratan terdekat ternyata hanya 80 mil dari gugus kepulauan Ryukyu milik Jepang. Insiden ini menimbulkan kehebohan di Jepang, yang akhirnya melarang AS membawa senjata nuklir memasuki wilayahnya.

Misteri Scorpion

Pada musim semi 1968, kapal selam nuklir USS Scorpion tiba-tiba hilang kontak pada saat dalam perjalanan kembali ke pangkalannya di Norfolk, Virginia. Kapal selam ini dideteksi tenggelam 400 mil tenggara Kepulauan Azores.

Awaknya yang berjumlah 99 orang dinyatakan gugur, dan dua senjata nuklir dengan kekuatan rusak 250 kiloton hilang di kedalaman lautan. AL AS sebenarnya tidak pernah membuka apakah misil tersebut termasuk torpedo atau rudal nuklir. Sampai saat ini penyebab pasti tenggelamnya USS Scorpion tidak pernah diketahui.

Author: Aryo Nugroho