Laksamana McRaven, Veteran SEAL Team Six yang Ditendang namun Gemilang

4968
Sumber gambar: cimsec.org

Kegemilangan operasi khusus AS untuk menamatkan karir dedengkot teror Osama Bin Laden tak lepas dari tangan dingin Laksamana William Harry McRaven selaku Panglima JSOC (Joint Special Operations Command).

Berkat perencanaan yang presisi, kalkulasi terukur, dan resiko operasi klandestin di wilayah Pakistan, Skadron Merah dari SEAL Team Six berhasil melancarkan operasi Neptune Spear dan mendapatkan Bin Laden.

Karir McRaven sendiri dimulai langsung di US Navy SEALs. Lulus dari University of Texas at Austin pada 1977, ia langsung melamar masuk untuk seleksi BUD/S. Sebagai lulusan universitas, pilihannya untuk masuk ke militer merupakan pilihan yang sangat langka. Apalagi saat itu masyarakat AS menentang militerisme dan rakyatnya yang menolak Perang Vietnam.

Ia resmi diterima di US Navy SEALs pada tahun 1978 dan tergabung dalam Angkatan ke-95.

Setelah empat tahun masa penugasan termasuk tur ke Filipina, ia mengikuti seleksi Green Team dan masuk ke dalam SEAL Team Six hingga menjabat sebagai seorang komandan skadron.

Sebagai seorang prajurit yang terdidik, McRaven adalah seorang yang terbiasa mengikuti aturan. Ini coba ia terapkan pada anggotanya.

Gayanya jelas kontras dengan Dick Marcinko yang bergaya preman, urakan, dan nekat. SEAL Team Six di bawah Dick Marcinko terpengaruh menjadi pasukan khusus yang nekat tapi tidak terukur.

Pasukannya memelihara cambang, kumis, dan minum minuman keras di markas pada saat tidak ada penugasan. Saat seorang laksamana hadir, tidak seorangpun yang berdiri dan memberi hormat.

Dick Marcinko tidak menyukai hirarki dan birokrasi, tapi lebih tidak suka lagi pada orang yang tidak mau mengikuti gayanya.

Berkali-kali McRaven menolak perintah Marcinko untuk melakukan ‘tindakan-tindakan yang seharusnya dipertanyakan secara profesional militer’. Anak buahnya dan perwira lain bersimpati pada McRaven, terutama yang merasa bahwa Dick Marcinko sudah kebablasan.

Di sisi lain, Dick Marcinko memandang bahwa McRaven terlalu kaku.

Sikap McRaven yang kontra terhadap ketidakteraturan membuat Marcinko berang. Hal ini berpuncak pada keputusan Marcinko untuk menendang McRaven keluar dari SEAL Team Six.

Pada saat itu, anggota SEAL Team Six yang lain menyangka bahwa karir McRaven akan tamat, karena dikeluarkan dari unit elit tersebut. Namun McRaven ternyata tidak menyerah, ia tabah dan kemudian ditugaskan menjadi Danton di SEAL Team 4.

Sifatnya sebagai seorang perwira pemikir yang tangguh membawa promosi yang cepat. Ia kemudian menjadi Kapten di NSWG 1. Pada saat Perang Teluk II meletus, menjadi komandan gugus unit pasukan khusus dalam Perang Teluk.

Setelah itu McRaven menjadi komandan gugus tugas pasukan khusus di US CENTCOM. Ia kembali ke US Navy SEALs saat ditunjuk sebagai komandan SEAL Team 3.

Di tengah kesibukannya, McRaven masih sempat melanjutkan kuliahnya ke jenjang Magister di Naval Postgraduate School di California. Thesisnya berjudul The Theory of Special Operations dan diterbitkan menjadi buku dengan judul Spec Ops: Case Studied in Special Operations Warfare: Theory and Practice.

Tidak hanya itu, McRaven bahkan menyusun silabus dan kurikulum Operasi Khusus dan Konflik Intensitas Rendah di almameternya.

Karir McRaven berlanjut sebagai Kepala Staf di NSWG 1, dan kemudian sebagai Direktur SDM di USSOCOM, kemudian menjadi Deputi Operasi di JSOC. Saat AS dikejutkan oleh kejadian 11 September, McRaven diangkat sebagai Deputi National Security Adviser Presiden AS.

Ia banyak menghasilkan pemikiran taktik untuk menghadapi terorisme. Mc Raven jug menjadi salah satu penyumbang utama Strategi Nasional untuk Memerangi Terorisme yang dikeluarkan pemerintah AS pada 2006.

Ia kembali ke militer sebagai panglima Special Operations Command Europe pada 2006, sebelum kemudian pada 2008 diangkat sebagai panglima JSOC menggantikan Jenderal Stanley McChrystal.

Secara rahasia McRaven dipanggil ke Langley untuk menerima info rahasia mengenai rumah Abottabad. McRaven diminta untuk menyiapkan rencana serbuan atas kompleks rumah di Afghanistan tersebut.

Sebagai panglima JSOC, McRaven punya pilihan kesatuan mana yang akan ia gunakan. Ia tak pernah berpikir lain untuk tidak menggunakan SEAL Team Six.

Tidak ada dendam pada bekas kesatuannya di dalam hati McRaven. Dick Marcinko sudah lama dikeluarkan karena korupsi. SEAL Team Six saat itu sudah menjelma sebagai kesatuan khusus profesional nan elit, sebanding dengan Delta Force.

Direktur CIA saat itu, Leon Panetta, mempercayakan secara penuh skenario eksekusi Neptune Spear pada McRaven. Sesuatu yang tidak lazim dan menunjukkan seberapa besar kepercayaan CIA pada sosok McRaven sebagai spesialis kontraterorisme.

William McRaven menerima bintang keempatnya pada bulan Juni 2011 justru bukan karena keberhasilannya menuntaskan Osama bin Laden. Presiden Barack Obama sudah menominasikan McRaven ke kongres sebulan sebelum terlaksananya Neptune Spear.

Laksamana William McRaven kemudian diangkat sebagai panglima USSOCOM. Ia mengajukan pensiun pada 2014 setelah 37 tahun mengabdikan dirinya kepada negara. Saat ini ia menjabat sebagai penasehat bagi University of Texas.

Tertarik dengan kisah-kisah SEAL Team Six lainnya termasuk Neptune Spear? Sepak terjang SEAL Team Six dapat dibaca secara lengkap di Commandopedia, “US Navy ,SEAL Team 6” yang akan terbit akhir Maret 2017 ini.

Sepak terjang SEAL Team Six dapat dibaca secara lengkap di Commandopedia, "US Navy ,SEAL Team 6" yang akan terbit akhir Maret 2017 ini.
Sepak terjang SEAL Team Six dapat dibaca secara lengkap di Commandopedia, “US Navy ,SEAL Team 6” yang akan terbit akhir Maret 2017 ini.
Author: Aryo Nugroho