Kisah Klandestein Wanita Pejuang Trikora

6074
pejuang trikora
Sumber gambar: kcpi.or.id

Tanggal 1 Mei telah menjadi tradisi lumrah memperingati ‘Mayday’ atau Hari Buruh Internasional. Namun sejatinya, pada 1 Mei 1963 terdapat sejarah penting terintegrasinya Irian Barat ke dalam NKRI. Dalam operasi merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda tersebut, terdapat pula kisah klandestein wanita pejuang Trikora yang turut berjuang bersama TNI tanpa pamrih.

Bernama lengkap Herlina Kasim, wanita ini telah menamatkan pendidikan SMA pada tahun 1961. Tahun kekulusannya tersebut bertepatan ketika Presiden Soekarno mengobarkan semangat Trikora. Setelah lulus ia pun berkeliling Indonesia, hingga terdampar di Maluku. Di Maluku sendiri, Herlina merupakan pendiri Mingguan Karya yang berkantor di Ternate. Di wilayah Kodam XIV Pattimura nama Herlina sudah tak asing lagi lantaran ia sering menulis di mingguan tersebut.

Kebetulan situasi dan kondisi disana kian memanas menyusul dibentuknya Dewan Papua boneka Belanda. Sontak semagat juang Herlina pun meledak dan ia turut memimpin penduduk di sekitar tempat ia tinggal melakuakan aksi demonstrasi. Aksi ditujukan untuk menentang pembentukan Dewan Papua dan mengajak bersatu untuk merebut Irian Barat dari tangan penjajah Belanda.

Merasa belum cukup hanya dengan melakukan aksi demo, Herlina yang sama sekali belum memiliki pengalaman terjun ternyata diam-diam mengajukan permohonan kepada Panglima Kodam XVI Pattimura agar dirinya turut di terjunkan di Irian Barat. Namun demikian, hal tersebut bukan kendala baginya dan dia pun siap diterjunkan sebagai barang pada Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) tersebut. Panglima Kodam XVI Pattimura akhirnya meluluskan permintaannya, dengan syarat semua ini akan menjadi rahasia antara Herlina dan dirinya kelak. Herlina pun diterjunkan bersama 20 orang sukarelawan lain untuk melakukan infiltrasi dan operasi gerilya di rimba belantara Irian Barat.

Author: Fery Setiawan