Kisah Getir Evakuasi Korban Sukhoi Super Jet 100

12588

This is not a drill!
Jumat, 11 Mei 2012, operasi evakuasi mulai dilaksanakan. Tim penyiap yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud ATS menyiapkan helipad terdekat untuk mengevakuasi korban. Helipad disiapkan di daerah Cijeruk (lereng Gunung Salak sebelah timur laut, ketinggian 2.644 kaki).

Lokasi ini dipilih karena luas dan mampu menampung empat helikopter sekaligus serta mudah dalam dukungan akomodasi. Uji pendaratan (landing test) yang dilakukan dengan H-3214 juga cukup aman.

Tugas kami pada hari itu adalah menurunkan tim penolong (rescuer) dari Kipan I Paskhas sedekat mungkin dengan lokasi kecelakaan guna membuka helipad terdepan untuk pelaksanaan evakuasi.

Segala sesuatunya dihitung dengan cepat sesuai flight manual NAS-332 Super Puma, meliputi elevasi sasaran, bahan bakar yang mampu dibawa, arah angin, jumlah personel yang bisa diturunkan melalui rappelling, dan segala kemungkinan lainnya. Saya teringat kata-kata dalam berbagai film perang Holywood: ”This is not a drill!

Kali ini saya ditemani Mayor Pnb Frits sebagai kopilot, dan didampingi sebuah NBO-105 Basarnas yang diawaki Letkol Pnb Hendro dalam mencari area dropping. Setelah menemukan lokasi penurunan tim rescue (puncak tebing sebelah timur crash site elevasi ± 6.000 kaki), masalah baru muncul.

Jumping master dari Paskhas, Serka Mardi, tidak yakin akan kondisi daratan yang ada di bawah karena tertutup pepohonan. Sedangkan untuk melaksanakan rappelling ke pohon sangat berisiko karena batang pohon tidak terlalu besar namun tinggi dan dikhawatirkan tidak mampu menahan bobot tubuh anggota tim.

Selain itu, angin yang cukup kencang akan membuat tali carmantle melilit ke pohon. Yang terjadi adalah, setelah heli hovering, persiapan tali diturunkan, tali langsung melilit pohon dan tidak dapat ditarik lagi.

Beberapa saat saya bertanya, “Kenapa lama sekali?” Setelah itu awak kabin melaporkan, “Tali nyangkut Ndan, sedang dicoba ditarik!” Secara naluriah saya berteriak, “Potong tali.., tinggal!”

Talipun dipotong dan kami putuskan untuk kembali ke Cijeruk guna konsolidasi. Keputusan saya itu juga didasari pengamatan bahwa pasukan SAR darat sudah mendekati dan akan mencapai lokasi kecelakaan.

Author: Mayor Pnb. M.R.Y. Fahlefie/Remigius Septian