Mau Coba Geber Multirotor? Ini Tipsnya

1209

Beberapa waktu lalu Angkasa sempat membahas soal kompetisi Grand Prix multirotor, atau yang lebih dikenal dengan Aerial Grand Prix (AGP) yang mulai diperkenalkan di Indonesia sejak Oktober 2015. Di ajang ini tiap pilot dibebaskan mengikuti seluruh seri atau hanya seri-seri tertentu. Jadi, masih ada kesempatan untuk Anda yang ingin menjajal kebolehan mengendalikan wahana terbang berbaling-baling empat itu. Masalahnya, banyak orang yang belum begitu paham bagaimana membangun sebuah wahana multirotor quadcopter yang setidaknya layak untuk digeber di arena balap.

Kenapa dikatakan ‘membangun’ dan bukan ‘membeli’? Seperti kita ketahui, sebagian besar produk multirotor yang diperjualbelikan bukan dibangun untuk kebutuhan balap, melainkan untuk kebutuhan fotografi dan videografi, atau malah sekadar jadi mainan.

Faktor utama yang bakal menentukan sebuah wahana terbang layak ikut balapan atau tidak adalah soal kelincahannya. Produk-produk yang sudah jadi ini kebanyakan sudah dilengkapi gyro, atau sensor yang membuat dia tetap berada dalam posisi datar. Hal ini akan mengurangi kelincahannya saat harus bermanuver ekstrem, seperti menukik tajam agar mampu berbelok dengan kecepatan tinggi, atau menungging untuk menggeber unit multirotor.

Sebaliknya, dengan membangun sebuah unit multirotor sendiri, si pilot bisa benar-benar mengkastom unitnya sesuai keinginannya. Lalu apa saja yang harus Anda siapkan untuk membangun sebuah quadcopter dengan standar balap?

Secara keseluruhan ada enam bagian penting dalam sebuah unit multirotor, yaitu frame atau kerangka, flight control yang berfungsi sebagai otak multirotor, motor beserta baling-baling, Electronic Speed Control (ESC) untuk mengatur kecepatan tiap baling-baling, baterai, dan remote pengendali. Untuk kebutuhan AGP, pilot juga harus melengkapi unitnya dengan kacamata First Person View (FPV) beserta kamera dan Video Transmitter Modul (VTM).

Berikut ini adalah spesifikasi teknis quadcopter yang dibuat oleh Franky Nathanael, salah satu penggiat balap drone yang menjadi anggota Cibubur Aeromodelling Club.

 

Motor

motor4 x Cobra 2000KV. Dalam dunia otomotif bisa juga disebut 2.000 putaran per menit.

Baling-baling

baling-baling 2Plastik karena lebih kuat. Harga sekitar Rp 30.000-50.000.

Frame

frame 2Full Carbon karena lebih ringan dibanding plastik. Harga mulai dari Rp 600.000.

Flight Control

flight control 2Naze. Ini menjadi favorit karena pengembangnya melakukan update piranti lunak hampir tiap minggu. Si pilot akan mengatur kecepatan tiap baling-baling dan membatasi kemiringan unit.

ESC

ESC 2Tidak ada brand khusus. Harganya berkisar antara Rp 100.000-200.000.

Kamera

kamera 2Resolusi High Definition (HD). Harga sekitar Rp 200.000-300.000.

Baterai

baterai2000-3000 mAH, harga sekitar Rp 500.000.

Kacamata FPV

kacamata fpvFat Shark, Rp 3-7 juta, tergantung resolusi dan kekuatan penerima sinyal, sudah termasuk antena penerima sinyal.

Author: