Tim Terjun Payung Sulut Menggembleng Diri Hingga Latihan Ke Australia

1420
Sumber gambar: dok. petra mandagi

Agar berhasil mendapat prestasi terbaik dalam setiap  pertandingan, tim terjun payung asal Sulawesi Utara (Sulut) terus menempa diri. Salah satu upaya yang dilakukan Tim terjun payung Sulut adalah dengan mengenyam latihan terjun di Perth, Astralia.

Latihan di luar negeri itu terpaksa ditempuh tim terjun payung Sulut mengingat untuk latihan di dalam negeri banyak menghadapi kendala.

Menurut penerjun senior Sulut, Petra dan Pingkan Mandagi, Indonesia belum memiliki fasilitas pesawat untuk latihan yang memadai demi mengejar jam terjun yang ideal. Penerjun di Indonesia juga memiliki ketergantungan yang tinggi kepada fasilitas pesawat militer TNI AU karena harus mengikuti jadwal latihan si pemilik pesawat.

Kendala lain yang dihadapi penerjun di Indonesia adalah kebanyakan para atlet terjun payung yang lolos ke PON dari anggota militer dan telah mendapatkan latihan terjun secara maksimal karena ketersediaan pesawat.

“Kita tidak ada fasilitas terbang sehingga perlu latihan di luar. Sedangkan para pesaing adalah anggota militer. Jadi jam terbang mereka lebih baik dari kami,” jelas Pingkan.

“Misal dalam Kejuaraan Dunia Terjun Internasional di Manado bulan Mei 2016, tim Jawa Barat  dan lainnya yang berhasil tampil bagus. Kunci terbesarnya adalah latihan. Mereka  intens latihan bahkan ada beberapa atlet yang latihan usai PON 2016 lalu. Sedangkan kita tanpa persiapan langsung ikut,” tambahnya.

Di Australia, atlet terjun payung Sulut yang berjumlah 9 orang berlatih keras bersama tim terjun payung nasional Australia di pusat pelatihan terjun Skydive Express, York, Western Australia.

Sumber gambar: dok. petra  mandagi
Sumber gambar: dok. petra mandagi

Latihan keras yang berlangsung tiga minggu pada bulan September 2016 itu ditandai dengan aktifitas terjun hingga 9 kali setiap harinya menggunakan pesawat Cessna 182 Caravan. Disiplin latihan bisa dilihat dari koreksi kesalahan setiap kali selesai terjun. Latihan diutamakan pada ketepatan mendarat dan kerja sama tim di udara.

“Yang ideal dan efektif setiap hari terjunnya 6-7 kali. Kalau sampai 9 kali itu kami benar-benar berlatih sampai habis-habisan. Intinya terjun sangat tergantung cuaca karena saat itu Australia sedang musim dingin,” jelas atlet terjun payung junior Sulut Chintia Intan Doodoh,

“Dalam suhu nol derajat pun kami tetap latihan terjun ini merupakan pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya.

Author: Agustinus Winardi