Jambore SAR Nasional, Tingkatkan Sinergitas dalam Laksanakan Operasi

867
SAR Nasional
Jambore SAR Nasional yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta. Sumber gambar: Ery

Mulai Selasa (14/3/2017), delegasi SAR dari wilayah Tengah dan Timur Indonesia berkumpul di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta. Beberapa Potensi SAR Jakarta dan instansi terkait lainnya pun ikut mengambil peran dalam kegiatan yang akan berakhir pada Jum’at (17/3/2017) mendatang.

Kegiatan tersebut menurut Deputi Potensi SAR Basarnas, Marsekal Muda Dody Trisunu, dilaksanakan dalam rangka Jambore untuk Potensi SAR. “Yaitu masyarakat yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan operasi-operasi pertologan. Kegiatan ini biasanya dijadwalkan dalam setiap tahun itu satu kali. Ini adalah wilayah tengah dan timur, tahun yang lalu adalah wilayah barat,” tutur Dody usai seremoni pembukaan kegiatan, Rabu (15/3/2017).

Menurut keterangan yang disampaikannya, Basarnas juga melibatkan Potensi SAR yang ada di Jakarta serta instansi-instansi terkait seperti Baharkam (Badan Pemelihara Keamanan) Polri, yang memiliki anjing pelacak untuk mencari korban.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tahunan ini adalah untuk menyamakan persepsi, langkah serta tindakan. “Sehingga ketika kesatuan bergerak akan menambah sinergitas kita dalam melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Dody.

Sementara itu, dalam amanat Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda M Syaugi, Kegiatan Jambore SAR Nasional yang dilanjutkan dengan Workshop bidang Potensi SAR ini merupakan upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan semakin profesional.

Jambore SAR Nasional pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016 silam sebagai wadah silaturrahmi antara Basarnas dengan Potensi SAR yang merupakan mitra kerja Basarnas dalam operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.

Jambore SAR Nasional tahun ini diikuti oleh potensi SAR yang meliputi SAR Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Palu, Kendari, Gorontalo, Manado, Denpasar, dan Mataram.

Author: Fery Setiawan