Atlet Paralayang Kembar dari Sumbar

1321
Sumber gambar: Winardi

Acara olahraga dirgantara (ordirga) paralayang yang melibatkan tim dari Sumatera Barat (Sumbar) selalu menunjukkan keunikan dan ciri khasnya karena kehadiran dua dua atlet wanita kembar. Kedua atlet paralayang asal Sumbar yang selalu menarik perhatian itu adalah Riana Kusuma Kambara dan Riani Kusuma Kambari (24).

Keduanya tertarik menggeluti olahraga udara paralayang karena memang suka dengan olahraga ini sedari kecil. Selain itu, secara kebetulan mereka juga berasal dari keluarga besar yang telah lama menggeluti paralayang.

bersama ayahnya, Dado Kasdi dan sang kakak yang juga dikenal sebagai atlet paralayang. Sumber gambar: Winardi
bersama ayahnya, Dado Kasdi dan sang kakak yang juga dikenal sebagai atlet paralayang. Sumber gambar: Winardi

Ayah mereka, Dado Kasdi yang mantan pembalap motor cross merupakan atlet paralayang senior Sumbar. Demikian juga kakak laki-laki dan satu kakak perempuannya, semua dikenal sebagai atlet paralayang senior. Keluarga atlet paralayang itu bahkan bisa dikatakan telah menyandarkan hidup dari aktivitas paralayang.

“Waktu di kampus atau pada acara-acara kejuaraan paralayang, banyak yang tidak percaya kalau kami ini atlet paralayang,” jelas Riana yang langsung diamini Riani.

“Tapi begitu melihat kami terbang, mereka baru percaya jika kami ini atlet paralayang profesional,” tambah Riana. Ia mengaku sering sengaja membawa pemberat ditubuhnya untuk menambah berat badan agar bisa terbang paralayang lebih maksimal.

Baik Riana maupun  Riani yang telah memiliki pretasi kejuraan paralayang tingkat daerah maupun nasional, kiprah di paralayang ternyata membuat keduanya bisa hidup mandiri. Mereka juga yakin akan meraih sukses dari  paralayang dengan menempa diri lewat latihan keras dan turut bertanding di berbagai tingkat kejuaraan paralayang. Seperti para atlet paralayang wanita lainnya yang telah sukses dan  berpretasi di tingkat dunia, yakni Liz Andriana, Milawati Sirin, Cherry Bonaria, Ifa Kurniawati, Ike Ayu Wulandari, dan lainnya.

Author: Agustinus Winardi