Yakin Olahraga Freefly Cowok Banget?

1478
Sumber gambar: Babylon Freefly

Seiring perkembangan zaman, olahraga bukan mengincar tubuh yang sehat, tetapi juga mencari tantangan yang lebih besar berupa kecepatan, ketahanan fisik ataupun ketinggian sehingga memiliki resiko yang tinggi dalam melakukannya serta memerlukan alat-alat khusus. Olahraga yang memacu adrenalin dan cukup ekstrim di dunia diantaranya adalah surfing, street luging, panjat tebing, sandboarding dan olahraga terjun payung.

Di banyak negara, terjun payung pun makin berkembang. Dari awalnya cuma sekedar terjun free fall dari pesawat, hingga saat ini merambah ke aktivitas freefly. Olahraga satu ini memang sangat dekat dengan citra macho seorang pria. Namun apa benar begitu?

Indonesia patut bangga karena ternyata, puteri Indonesia asli ada yang menggeluti olahraga freefly. Namanya Naila Novaranti.

Sumber gambar: Julius Rendy
Sumber gambar: Julius Rendy

Naila justru menilai olahraga freefly bukanlah olahraga khusus pria. Menurutnya, freefly malah seharusnya dikuasai para kaum hawa. Sebab, freefly merupakan sebuah olahraga menari di udara dan gerakannya seperti gerak tarian balet, sangat feminim.

“Kalau freefly itu kan joget di atas, berarti yang cowok ngikutin cewek. Yang sangat disayangkan di sini jarang cewek, padahal seperti freefly itu kan dance in the air, balet banget, makanya sangat disayangkan. Balet itu kan cewek bukan cowok,” jelas Naila di sela-sela gelaran Bulan Dirgantara (16/4/2016).

Ia pun berpesan agar para perempuan jangan takut untuk mencoba olahraga freefly.“Pesan untuk para wanita yang ingin coba olahraga ini, yang pasti, sih, mereka kalau sudah loncat pasti engga takut, karena sudah pake currency”, tutur Naila.

Naila juga menyebutkan, perkara sebenarnya bukan karena takut meloncat, namun menurutnya mereka takut untuk terbang tinggi.

“Sebenernya bukan jangan takut, kalo udah loncat pasti mereka sudah berani. Cuma kayanya untuk terbang tingginya itu, jangan takut terbang tingginya. Mungkin karena lama, pesawatnya naiknya lama kalo di sini, kalo heli mungkin bisa lebih efisien,” imbuhnya.

Naila sejatinya menginginkan agar banyak wanita yang  mengikuti jejaknya untuk tak kalah berprestasi dengan para lelaki. Ia mencontohkan bahwa dirinya juga bisa sama berprestasi seperti laki-laki. Baginya itulah makna Kartini dalam dalam hidupnya.

“Kita perempuan jangan mau kalah sama yang laki-laki, bisa berprestasi seperti mereka. Apalagi kita bisa punya anak, bisa melahirkan, laki-laki engga bisa,” pungkas Naila.

 

Author: Fery Setiawan