Ridwan Kamil Berharap BAS 2015 Zero Accident

711

Dibuka oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Ardhi Tjahjoko, Kamis 10 September, pergelaran Bandung Air Show (BAS) 2015 menampilkan beberapa atraksi. Walau tanpa kehadiran aksi dinamik pesawat TNI AU, BAS yang dilaksanakan untuk yang ketiga kalinya ini tetap meriah.

Usai penabuhan gendang tanda BAS 2015 dibuka, Marsdya (Purn) Eris Herryanto langsung lepas landas dengan pesawat aerobatik sayap ganda Pitts S-2C PK-SHE. Penampilan mantan Sekjen Kemhan menyuguhkan manuver-manuver ekstrim di udara disertai lepasan asap putih dari pesawat selama 15 menit tersebut, membuat BAS terasa sebagai sebuah pameran udara karena ada pertunjukan udara.

 

Setelah itu 30 penerjun, 20 di antaranya dari Paskhas, turut menghiasi langit Husein Sastranegara setelah keluar dari pesawat C295 yang membawanya ke udara.

Di darat sejumlah pesawat ditampilkan statik. Di antaranya pesawat-pesawat dari sekolah pilot dan beberapa dari TNI AU. Selain pesawat, ada juga beberapa kendaraan militer. Sementara stan-stan pameran lain diisi oleh berbagai instansi, mulai dari sekolah penerbangan, instansi litbang, pemotretan udara, pasukan, perlengkapan militer dan lainnya.

 

Dislitbangau menampilkan beberapa produk termasuk bom-bom latih untuk pesawat Sukhoi. Sementara Dissurpotrudau, menampilkan sejumlah kamera pemotretan udara zaman dahulu yang menjadi awal dari kiprah satuan ini memberikan sumbangsih kepada negara. Personel Dissurpotrudau terlihat menjelaskan sejumlah hal kepada para pengunjung yang cukup antusias ingin mengetahui proses pemotretan dari udara.

 

Stan PT Dirgantara Indonesia, termasuk salah satu yang jadi sasaran pengunjung. Tidak lain karena stan ini menampilkan simulator untuk pesawat terbaru N-219. Bahkan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, turut mencobanya.

Bagi penggemar motor dan kendaraan lawas, koleksi legiun veteran, bisa jadi alternatif untuk menambah wawasan pengetahuan. Sejumlah legiun veteran seperti peristiwa Bandung Lautan Api bahkan hadir. Pengunjung dapat melihat senjata, helm, dan kendaraan yang digunakan kala itu.

Seperti pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya, BAS juga menyertakan pameran potensi daerah dan kuliner.

Ridwan Kamil berharap, penyelenggaraan BAS dapat diagendakan rutin, baik dua tahunan atau tiga tahunan. Untuk penyelenggaraan kali ini, 10-13 September, dirinya menargetkan pengunjung sebanyak 80 ribu orang. “Terpenting lagi, penyelenggaraan kali ini bisa menjadi penyelenggaraan airshow terbaik di Tanah Air dengan pencapaian zero accident. Semoga,” ujarnya.

Sementara itu KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna dalam sambutannya yang dibacakan oleh Danlanud Husein Sastranegara menyatakan, dirinya mengapresiasi penyelenggaraan Bandung Air Show. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini juga diharapkan pertumbuhan dan minat kedirgantaraan di Kota Bandung makin meningkat. (ron)

 

 

 

Author: