Open House Skadron 12/Serbu

624

 

Kegiatan pameran alutsista, terutama yang berhubungan dengan dunia kedirgantaraan militer selama ini lebih banyak digelar di kota-kota besar. Kontras dengan masyarakat di sejumlah kota metropolitan, penduduk di daerah terpencil miskin hiburan sejenis. Padahal mereka juga pembayar pajak dan uang pajak itu juga yang digunakan untuk membiayai pembelian alat-alat pertahanan. Jadi mereka pun berhak mengenal dari dekat alutsista apa saja yang dimiliki oleh penjaga negeri ini.

 

Kesempatan inilah yang dilihat oleh Skadron 12/Serbu Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) yang bermarkas di Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Untuk memperingati Hari Juang Kartika TNI AD, skadron di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan ini menggelar rangkaian acara untuk menghibur masyarakat yang selama ini hanya mendengar atau melihat dari jauh soal helikopter Puspenerbad.

 

Ini adalah kali pertama bagi Skadron 12/Serbu membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat. Rangkaian acara dimulai sejak 11 Desember 2014 sampai dengan 15 Desember 2014. Kegiatan diisi dengan beragam acara untuk lintas usia, seperti kegiatan karya bakti, lomba menggambar bagi anak-anak, lomba membaca puisi, lomba paduan suara, dan tentu saja pameran alutsista TNI AD.

 

Kegiatan karya bakti sendiri merupakan sebuah kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan masyarakat sekitar guna menumbuhkan rasa persatuan TNI AD dengan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Way Pisang yang berjarak tak sampai 10 kilometer dari Way Tuba. Jalan dan saluran air menjadi sasaran kerja bersama antara personel Skadron 12/Serbu dengan masyarakat setempat. Selain itu warga yang bermukim di desa itu juga bersama-sama dengan anggota skadron bekerja sama membersihkan saluran irigasi.

 

Puncak dari rangkaian acara ini digelar pada akhir pekan 13 dan 14 Desember lalu di markas Skadron 12/Serbu. Setelah dibuka oleh Komandan Skadron, Letkol Cpn. Zulfirman Caniago, masyarakat pun untuk pertama kalinya bisa melihat helikopter koleksi skadron. Wajar saja jika mereka terlihat sangat antusias, sebab sehari-hari mereka hanya melihat alat tempur tersebut dari kejauhan. Jangankan memegang helikopter, masuk ke dalam markas pun mungkin sebuah kemustahilan.

 

“Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat di daerah ini soal berbagai macam alutsista yang dimiliki TNI AD di wilayah Way Kanan dan Oku Timur. Inilah salah satu yang bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat di sini,” jelas Letkol Cpn. Zulfirman. (Remigius Septian)

 

— artikel selengkapnya dapat dibaca di maj. Angkasa edisi Januari 2015–

Author: