Menghirup Udara Segar di Kawasan Koservasi

1299
Mercusuar yang berupur ratusan tahun dirawat dengan baik oleh pengelola TWNC. Sumber gambar: Reni Rohmawati

Selalu menyenangkan terbang dengan pesawat kecil melintasi perkotaan, pegunungan, hutan dengan sungai berliku-liku, dan laut. Di satu kesempatan, Angkasa diajak terbang dengan pesawat Cessna 206 melintasi kota Jakarta, Tangerang, selat Sunda, dan ujung pulau Sumatera, sampai ke kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC). Terbang dengan ketinggian maksimal 8.000 kaki selama satu-dua jam memberi kesan tak terlupakan.

Sang pilot sengaja tidak segera mendaratkan pesawatnya di landasan TWNC untuk menikmati dulu pemandangan kawasan konsevasi. Di sana terdapat mercusuar, yang menjadi penengarai salah satu ujung landasan. Udaranya sungguh bersih dan sepanjang garis pantainya pun terlihat alami. Setelah berputar-putar di atas kawasan dengan ketinggian 2.000-3.000 kaki dalam waktu lebih kurang 15 menit, pesawat mendarat dengan mulus di landasan rumput sepanjang sekitar 1.600 meter itu.

Segar terasakan ketika kita memasuki kawasan TWNC. Tak terdengar deru kendaraan bermotor yang lalu lalang dari lapangan terbang ke kawasan resor. Untuk memasuki kawasan resor dan resto kita bisa berjalan kaki atau menggunakan mobil golf “tanpa suara”. Bahkan untuk mengecek keamanan landasan pun, sebelum pesawat diberi clearance untuk mendarat, menggunakan sepeda motor, bukan kendaraan roda empat.

Airstrip di TWNC. Sumber gambar: Reni Rohmawati
Airstrip di TWNC. Sumber gambar: Reni Rohmawati
Author: Reni Rohmawati