Komunitas Trike DIY: Hobi Terbang Sembari Menolong Orang

1078


 

Kegiatan olahraga dirgantara (ordirga) khususnya trike (microlight) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pernah mengalami mati suri.

 

Berkat kegigihan dua bersaudara yang juga atlet kawakan gantole, Rosyid Rido dan Arif Effendi, penerbangan trike di DIY marak lagi. Kegigihan kedua bersaudara ini membawa warna tersendiri bagi generasi baru penerbang trike di DIY.

 

            Arif Effendi yang juga Ketua Microlight FASI DIY, mulai tertarik gantole sejak di bangku SMA berawal dari melihat iklan televisi menggunakan gantole. Berbekal tayangan iklan itu dan tanpa referensi buku dia bereksperimen membuat gantole. Kemudian disimulasikan di pantai Parangtritis, Bantul, penerbangan gantole buatan sendiri itu di towing sepeda motor dan sempat terjatuh hingga dua kali.

 

Eksperimen yang memang berbahaya karena melanggar prinsip ilmu  aeronotika itu pun dihentikan karena khawatir jatuh lagi. Impiannya memiliki gantole akhirnya terwujud ketika ada pelatihan di Bandung. Waktu itu Wiweko, Direktur Utama Garuda Indonesia baru saja membeli pesawat terbang dari Amerika untuk keperluan kerja lalu mendapat bonus Hang Gliding. Seperti mendapat durian runtuh, para siswa pun diberikan masing masing seperangkat pesawat gantole lengkap.

 

Menurut Arif, kawasan DIY memang sangat berpotensi untuk kegiatan ordirga. Secara geografis aspek alamnya sangat menunjang untuk mengembangkan ordirga berupa wahana terbang berawak maupun non awak. Di antaranya UAV, paralayang, terjun payung, gantole, fix wing, microlight aircraft, light sport aircraft dan trike.

 

Khusus untuk penerbangan  trike yang  memikat andrenalin para pilot muda selalu mendapat sambutan meriah dari masyarakat. “Apalagi kami sudah memiliki landasan (airstrip) untuk terbang trike dan pesawat ringan lainnya di kawasan Pantai Selatan, Bantul,” jelas Arif. “Kami sudah bisa latihan terbang leluasa demikian juga atlet ordirga lainnya,” tambahnya.

 

Hingga kini kawasan Kabupaten Bantul di Pantai Selatan di sisi barat masih terdapat lahan luas dan dapat dikembangkan untuk area ordirga dan ruang publik untuk hiburan olahraga yang lain seperti sepatu roda. Arif yang sudah memiliki prestasi internasional memang mempunyai cita-cita untuk menjadikan DIY sebagai pusat ordirga yang lengkap dan pertama di Asia.

 

 Dalam prestasi internationalnya, Arief Effendi dan kawan-kawannya yang tergabung di Jogja Flying Club (JFC) pernah melakukan terbang lintas negara Malaysia-Jakarta-berakhir di Yogyakarta pada 2006.

 

SDM multifungsi

Komunitas terbang JFC termasuk  unik. Pasalnya, selain anggotanya mampu mengoprek mesin pesawat jenis trike dan pesawat terbang olahraga berawak lainnya juga mahir mengecat bodi pesawat. Sejumlah anggota lain bahkan mempunyai keahlian navigasi, merakit pesawat, microlight, instruktur penerbang sampai pilot trike untuk penanganan di area bencana. ( Ade Dani/A Winardi)

 

— artikel selengkapnya dapat dibaca di maj. Angkasa edisi Januari 2015–

Author: