Cara Lain Menikmati Dunia Aviasi

802

ebagian orang menikmati dunia penerbangan dengan berkarier di dalamnya. Sebagian  kecil lagi cukup dengan mengabadikan tiap momen di dunia dirgantara lewat lensa kamera.

 Setidaknya dalam dua tahun terakhir, populasi para penggemar fotografi dunia kedirgantaraan tumbuh pesat. Tidak cuma di kota-kota besar yang memiliki bandara kelas internasional, tapi juga di daerah-daerah kecil yang hanya didarati dua hingga tiga pesawat jet tiap harinya. Alih-alih mendapatkan dukungan dari pihak-pihak yang berwenang, para pehobi fotografi ini malah sering disebut pengganggu atau pelaku vandalisme. Bahkan terkadang mereka juga dituduh teroris yang sedang memata-matai daerah sekitar bandara.

Awalnya, tiap fotografer bergerak sendiri-sendiri. “Saya sudah dari tahun 2012 mulai hobi foto pesawat. Waktu itu saya foto langsung di wavgal (Waving Gallery) bandara Soekarno-Hatta, sendirian. Baru tahun 2013 saya ikut kumpul dengan teman-teman spotters CGK,” kenang M. Reyhan Aditya, penggemar fotografi pesawat asal Jakarta. Bisa dibilang CGK Spotters, kelompok penggemar foto di bandara Soetta, menjadi salah satu pencetus berkumpulnya para pemburu foto pesawat di daerah-daerah lain. Saat ini setidaknya ada enam kota yang memiliki kelompok spotters, istilah penggemar fotografer dunia penerbangan. Antara lain Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Bandung, Makassar hingga Tarakan. Di luar itu masih banyak spotters di daerah lain yang beraktivitas secara individu.

Dari awalnya beraksi secara soliter, masing-masing dari mereka mulai berpikir untuk mencari teman senasib. Seperti yang dilakukan para spotters asal Yogyakarta. Spotters  Yogyakarta berkenalan pertama kali justru lewat akun Instagram tempat mereka memamerkan hasil buruan. Dari situ satu sama lain mulai saling menyapa. Mereka merasa harus bertemu sesama spotters agar saling berbagi informasi tempat yang aman untuk berburu gambar. “Kalau kumpul buat spotting bareng pertama kali Oktober 2014, waktu itu hanya beberapa orang. Baru pada 3 Januari kemarin agak banyak, bahkan Danang Whilasto yang jadi salah satu master spotters ikutan kumpul,” jelas Febryanto Rachmat, anggota JOG Spotters, kelompok fotografer asal Yogyakarta. (Remigius Septian H.)

 

–artikel selengkapnya dapat dibaca di Maj. Angkasa edisi Agustus 2015–

Author: