Bagaimana Ikatan Pilot Indonesia Tanggapi Insiden Halim?

919
IPI saat menggelar simposium pertamanya Februari lalu. Sumber gambar: ipi.or.id

Belum 24 jam setelah insiden Batik Air dan TransNusa yang terjadi malam lalu, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) sudah mengeluarkan pernyataan resminya. Bagaimana tanggapan IPI soal insiden ini? Berikut rilis resminya.

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden serius yang tejadi pada pesawat Batik Air, Boeing 737-800NG dengan nomor registrasi PK-LBS, penerbangan ID 7703 Rute Jakarta-Makasar yang sedang lepas landas di landasan pacu atau Runway 24 Bandara Halim Perdanakusuma dan bertabrakan dengan pesawat Trans Nusa, ATR-42 dengan nomor registrasi PK-TNJ yang sedang dalam proses Towing melintasi landasan pacu.

Puji syukur kepada Tuhan YME bahwa 49 Penumpang beserta 7 awak pesawat ID 7703 dapat dievakuasi dengan selamat serta insiden ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

IPI mendukung sepenuhnya investigasi menyeluruh yang akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip investigasi kecelakaan yang tertuang pada ICAO Annex 13.  IPI menghimbau dan mengajak semua pihak agar menahan diri untuk tidak berspekulasi dan memberikan pernyataan maupun analisa tentang insiden tersebut sampai ada hasil akhir investigasi resmi (Final Report) dari KNKT. Sehingga diharapkan profesionalisme seluruh jajaran dunia penerbangan Indonesia dapat dijunjung tinggi dalam usaha menjaga dan meningkatkan keselamatan penerbangan pada saat ini dan di masa akan datang.

Menyikapi kejadian tersebut,  IPI menghimbau kepada seluruh Pilot Indonesia :

  1. Tetap menjaga Profesionalisme dengan lebih meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian dalam pelaksanaan tugas penerbangan.
  2. Lebih memperhatikan instruksi yang diberikan oleh Petugas Pengatur Lalu Lintas Udara sebagai bagian dari
  3. Agar tetap waspada dan selalu memastikan area pergerakan pesawat benar-benar aman sebelum melakukan manuver penerbangan.
Author: