AirAsia Jadikan Nyata Mimpi Dua Desainer Muda Indonesia

1216
airasia
Sumber gambar: Reni Rohmawati

Jeanne Indriani (20 tahun) dan Shella Merina (20 tahun) terpilih mewakili Indonesia dalam AirAsia Runway Ready Designer Search 2017. Mereka akan berkompetisi dengan 18 finalis lain dari sembilan negara ASEAN dan berkesempatanmemamerkan karyanya di grand finale di runway profesional KualaLumpur Fashion Week Ready To Wear (KLFW RTW) pada Agustus 2017.

Di Indonesia, Jeanne dan Shella berhasil menyisihkan 35 peserta lain kemudian masuk ke 11 besar sebagai finalis dan memenangkan Top 2. Mereka juga berkesempatan memenangkan 150.000 AirAsia BIG Points, dana 25.000 ringgit untuk memroduksi capsule collection yang akan dijual di fashionvalet.com, enam halaman fashion spread di majalah inflight AirAsia —travel 3Sixty°, tiket penerbangan AirAsia, serta bimbingan dari KLFW RTW dan kesempatan untuk memamerkan koleksi lengkapnya di KLFW RTW 2018.

“Talenta lokal yang kita saksikan hari ini sangat luar biasa. Kami sangat terkesan dengan bagaimana para desainer muda ini secara kreatif mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal ke dalam nuansa ASEAN,” ujar Yohannes Heraldo, Head of Marketing AirAsia Indonesia di Jakarta, Sabtu (3/6).

Menurut Yohanes, AirAsia menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk menggali aspirasi dari masyarakat dan menjadikan nyata mimpi mereka. Kehadirannya sebagai juri pada kegiatan tersebut ingin mendengar cerita para desainer, apakah sesuai dengan AirAsia dan apa yang mereka upayakan untuk menjadikan nyata mimpi mereka sebagai desainer.

“AirAsia Runway Ready Designer Search merupakan salah satu dari beberapa kegiatan kami yang berhubungan dengan  menjadikan nyata mimpi mereka. Beberapa waktu lalu, kami terbangkan tiga pesebakbola muda dari Jawa Barat ke London untuk berlatih. Itu juga kan tentang jadi nyata mimpi mereka. Bahkan dua di antara mereka masuk ke Tim U16 yang dikirim ke Thailand dan membawa nama Indonesia. AirAsia sebagai brand, willing to support itu,” tutur Yohanes.

Untuk menjaring para desainer muda ikut dalam kegiatan itu, AirAsia bersama KLFW RTW bekerja sama dengan sekolah-sekolah mode, terutama yang ada di Jakarta. Ternyata pesertanya ada juga dari Makassar, Surabaya, juga Bali dan Kalimantan.

“Kami undang sebanyak mungkin partisipan. Pesertanya ada 35-40 desainer muda. Awalnya dari mereka itu kami tetapkan delapan besar. Namun tadi sempat mengobrol dengan rekan-rekan juri bahwa dari tahun lalu, talenta dari Indonesia itu luar biasa. Akhirnya ada tiga lagi yang layak ke delapan besar, jadinya 11 besar,” kata Baskoro Adiwiyono, Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia.

Setelah dinyatakan sebagai Top2, Jeanne dan Shella menyatakan kegembiraannya. Rupanya mereka sudah sering mengikuti kompetisi dan pernah pula menyabet juara. Menurut mereka, kompetisi adalah ajang untuk menunjukkan eksistensi diri dengan menampilkan karya-karya mereka. “Dengan ikut lomba dan menang, nama kami jadi bisa dikenal di dunia fesyen,” ujar Shella.

AirAsia Runway Ready Designer Search kali ini merupakan yang ketiga dan yang kedua kali Indonesia ikut serta. Panitia seleksi di Indonesia, selain Yohanes juga Pendiri dari KLFW RTW, Andrew Tan;  Pendiri  Fashion Valet, Vivy Yusof; Associate Fashion Editor Marie Claire Indonesia, Anantama Putra; dan perancang busana Indonesia, Mel Ahyar.

AirAsia merupakan mitra perjalanan untuk KLFW RTW 2017, yang akan menerbangkan perancang-perancang busana melalui jaringan rute Grup AirAsia dan AirAsia X. Ini termasuk perancang dari India, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Australia, yang akan memamerkan koleksi terbaru mereka di runway KLFW RTW.

Author: Reni Rohmawati