Perangi Terorisme, BNPT Rangkul Blogger

1865
Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian. Sumber gambar: A. Darmawan

Meluruhnya gerakan Al Qaeda tak kunjung menurunkan perhatian Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) terhadap ancaman redikalisme, terorisme dan kekerasan di dalam negeri. Pasalnya, dengan kemunculan ISIS sebagai otak gerakan teroris global gelombang dua (second wave), dunia justru jauh lebih mengkhawatirkan pola yang mereka gunakan dalam menyebar pengaruh dan ideologi. Mereka diyakini telah menggunakan jaringan internet dan media sosial untuk merekrut anggotanya di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia.

Sehubungan dengan itu, BNPT merangkul ratusan blogger untuk memerangi terorisme yang menebar pengaruh di dunia maya. Selama beberapa hari mereka diberi pelatihan membuat meme, infografik dan video untuk menyerukan kedamaian hidup serta tulisan, berita dan opini yang benar di seputar kehidupan beragama. Selain blogger, BNPT juga mengundang puluhan ahli desain komunikasi visual dan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi dalam pelatihan ini.

“Kami sangat mencemaskan anak-anak muda sebagai netizen, sebab merekalah sasaran utama dari gerakan ISIS. Di Arab, kegiatan seperti ini malah sudah sampai tingkat advanced, yakni melatih sekelompok anak muda hingga bisa memonitor informasi dan membuat narasi untuk meng-counter ajaran-ajaran agama yang dinilai melenceng. Ke depan, kami tentu ingin mereka seperti ini juga,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol. Tito Karnavian, PhD, usai memberi arahan kunci dalam Pelatihan Dunia Maya Duta Damai, Selasa, 14 Juni 2016 di Jakarta.

Dikatakan, sebagai leading sector, BNPT tak mampu mengerjakan seluruh tugas penanggulangan redikalisme dan terorisme. Untuk itu Tito berharap dukungan dari pemerintah, seluruh pemangku kepentingan dan segenap lapisan masyarakat. Selain di Jakarta, pelatihan serupa telah dilakukan di Medan dan Makassar.

Author: A. Darmawan