Boko Haram Melancarkan Serangan Dengan Bom Burung

1101
serangan
Sumber gambar: independent.co.uk

Boko Haram tak henti mengembangkan cara-cara baru dalam melakukan pemberontakan di beberapa wilayah di Afrika. Cara terbaru milisi Boko Haram itu sangat berbeda dari sebelumnya dan sangat tidak diduga. Mereka melancarkan serangan dengan cara mengikatkan bom ke tubuh seekor burung.

Seperti yang diberitakan The Independent pada Jumat (22/4), Mayor Jenderal Lamidi Adeosun mengungkapkan penemuan cara baru Boko Haram terswebut dalam pertemuan dengan diplomat Amerika dan pejabat keamanan disana. Adeosun merupakan Komandan Koalisi yang memerangi kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Afrika.

Adeosun memperlihatkan sejumlah foto mengerikan dari para korban serangan Boko Haram. Adeosun juga memperlihatkan berbagai senjata terbaru kelompok militan itu dalam pertemuan di markas pasukan multinasional bersama di Chad pada hari itu.

Sebuah foto yang ia tunjukan, memperlihatkan seekor burung yang diikatkan dengan suatu bahan peledak pada bagian punggungnya. Adeosun pun mengakui cara yang digunakan Boko Haram tersebut tergolong ‘cerdik’.

Adeosun juga mengungkapkan bahwa pasukan yang ia pimpin menerima informasi intelijen bahwa anggota ISIS bergabung dengan Boko Haram. Akan tetapi, anggota Boko Haram dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk meluncurkan serangan yang lebih luas, yang terkoordinasi dengan ISIS.

Laporan mengenai cara mengikat burung dengan bahan peledak bukanlah yang pertama kali terungkap. Sejumlah foto yang beredar pada Juli lalu menunjukkan bom diikatkan ke tubuh ayam oleh milisi ISIS di kota Fallujah, Irak.

Muncul spekulasi bahwa Boko Haram kini tengah mengembangkan berbagai cara baru untuk mengatasi kekurangan pasokan amunisi mereka. Namun begitu, spekulasi tersebut belum dapat dikonfirmasi.

Kelompok milisi ISIS selama ini dikenal pandai membuat bahan peledak dari bahan kimia. Tak hanya itu, mereka pun menggunakan peralatan murah yang dapat ditemukan sehari-hari.

Seorang petugas Suriah yang terlibat dalam operasi untuk merebut kembali kota Kuno Palmyra dari cengkeraman ISIS bulan lalu menggambarkan bagaimana cara ISIS mengikatkan bom di manapun, termasuk di tubuh hewan dan pohon.

Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, telah melakukan baiat untuk setia pada ISIS sejak Maret lalu. Abubakar juga menyerukan sesama jihadi di sub-Sahara Afrika untuk melakukan langkah serupa agar dapat memperluas jaringan kelompok ISIS.

Beberapa tahun terakhir, Boko Haram memperluas serangan terornya ke beberapa negara tetangga Nigeria, seperti Chad, Niger dan Kamerun. Selain itu, Boko Haram juga melakukan aksi penculikan terhadap 270 siswa SD di desa Chibok dua tahun lalu.

Indeks Terorisme Global menyatakan Boko Haram bertanggung jawab atas 6.644 kematian pada 2014. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat seiring dengan berlanjutnya pemberontakan Boko Haram.

Sejumlah serangan itu menjadikan Boko Haram disebut sebagai salah satu kelompok teror paling mematikan di dunia tahun lalu.

Author: Fery Setiawan