Wings Air Selesaikan Izin Terbang Halim-Tasikmalaya

1482
wings air
Sumber gambar: Reni Rohmawati

Penerbangan komersial ke Lanud Wiriadinata Tasikmalaya dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ditunggu-tunggu masyarakat. Seperti diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, “Peminatnya tinggi sekali. Kalau dari Jakarta ke Tasikmalaya delapan jam, itu menjadikan semangat untuk mengupayakan bandara segera operasi.”

Maskapai penerbangan Wings Air sudah mengajukan untuk terbang ke Tasikmalaya dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Menhub mengatakan, izin rute itu bisa keluar dalam waktu seminggu, setelah peresmian pemanfaatan Lanud Wiriadinata jadi bandara oleh Presiden Joko Widodo, 10 Juni 2017.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso juga mengatakan akan segera membenahi lanud di Tasikmalaya yang akan dimanfaatkan sebagai bandara umum itu. Fasilitas yang vital, seperti pemadam kebakaran (PK-PPK) tipe 5 dan x-ray, sudah ada, tapi fasilitas pendukung lainnya perlu dilengkapi.

Sementara dari AirNav Indonesia, sejak Januari 2017 sudah melakukan kerja sama BKO (Bawah Komando Operasi) untuk pemanduan lalu lintas udara.
“Untuk navigasi penerbangan masih di bawah koordinasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung,” kata Wisnu Darjono, Direktur Operasi AirNav Indonesia di Tasikmalaya, Sabtu (10/6/2017).

Karena Wiriadinata akan dimanfaatkan untuk penerbangan sipil, AirNav Indonesia yang bertanggung jawab dalam pemanduan lalu lintas udaranya. “Kami sudah menempatkan seorang perwakilan unit dan supervisor, sedangkan yang memandu dari TNI AU,” ucap Wisnu.

Tentang fasilitas PK-PPK, kata Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, sekarang ini masih pinjaman dari Bandara Cakrabuana di Cirebon. “Kami sedang menyiapkannya, masih dalam proses penyediaan,” katanya.

Menurut Budi Budiman, karena pengelolaan bandara dari pusat (Ditjen Perhubungan Udara), Pemkot Tasikmalaya mendukungnya dengan memberikan hibah-hibah fasilitas dan peralatan. “Kita fasilitasi untuk optimalisasi lanud jadi bandara ini untuk kepentingan masyarakat sebesar-besarnya.”

Untuk penerbangan 45 menit Halim-Wiriadinata itu, Wings Air akan mengoperasikan pesawat ATR 72-500. Sebelumnya pada 17 Oktober 2016, Wings Air sudah melakukan uji terbang ke lanud di Tasikmalaya itu.

Waktu itu, slot di Bandara Halim pun sudah diperoleh. Namun fasilitas di Wiriadinata masih belum lengkap, terutama peralatan untuk mendukung keselamatan penerbangan, seperti pemadam kebakaran (PK-PPK) serta x-ray untuk memeriksa penumpang dan bagasi.

“Pesawat ATR 72 sudah parkir di Halim. Namun karena slot terbang itu lama tidak dipakai, akhirnya digunakan oleh Batik Air untuk rute Halim-Lampung,” ujar Capt Iyus Susianto, Direktur Safety Wings Air.

Saat ini, dengan adanya permintaan agar Wings Air segera terbang rute Halim-Wiriadinata, apakah sudah ada penawaran dan penjualan tiket bagi penumpang? “Kami selesaikan izin rute dulu,” jawab Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group.

Author: Reni Rohmawati