Pendapatan dan Jumlah Penumpang AirAsia Indonesia Naik Lagi

1224
airasia indonesia
Sumber gambar: Reni Rohmawati

Tahun 2016, AirAsia Indonesia sudah menuai keuntungan lagi. “Alhamdulillah kami sudah profitable kembali, tapi angkanya belum bisa kami sampaikan menunggu auditnya ter-record,” ujar Dendy Kurniawan, CEO Grup AirAsia untuk Indonesia di sela-sela acara AirAsia Travel Fair (AATF) di Jakarta tadi (9/2) siang.

AirAsia Indonesia pada tahun 2015 memang mengalami kerugian, pasca kecelakaan QZ 8501 pada 28 Desember 2014. Sementara tahun lalu, walaupun armadanya berkurang, dari 29 pesawat  tahun 2015 menjadi 22 pesawat A320, tapi jumlah penumpangnya naik sekitar 4 persen atau kurang lebih 6,5 juta orang. Begitu pula pendapatannya, yang juga naik sekitar 4 persen dan mencetak laba.

Dendy pun optimis, tahun ini dapat tetap tumbuh dan positif untuk mendukung pariwisata di Indonesia, walaupun kondisinya penuh tantangan. Kondisi yang penuh tantangan itu karena kurs  per dolar AS yang masih di atas Rp13.000 dan harga bahan bakar yang tidak berkurang dari tahun 2016.

Baca Juga:

Keriaan AirAsia Travel Fair

Kantongi Izin FAA, AirAsia Siap Layani Penerbangan ke Amerika

“Untuk penerbangan di Indonesia juga kami optimis. Kami di INACA (asosiasi perusahaan penerbangan nasional) sepakat  bahwa tugas kami itu bukan rebutan ‘kue’, tapi memperbesarnya bersama-sama tanpa saling merugikan satu sama lain; saling komplemen. Penduduk kita paling banyak, kok; 250 juta. Tak perlu rebutan, meski banyak kapasitas yang tersedia,” tutur Dendy.

Menurut Dendy, tahun ini maskapainya menargetkan bisa tumbuh 15 persen dibandingkan tahun 2016. “Tahun lalu kami cukup happy. Penumpang dan revenu naik, bahkan profitable,” ungkapnya.

Baca Juga:

AirAsia Kembali Operasikan Rute Penerbangan Jakarta – Johor Bahru

AirAsia Tingkatkan Frekuensi Penerbangan dari Kuala Lumpur

Salah satu upaya untuk tumbuhnya maskapai berbiaya hemat ini adalah dengan penyelenggaraan AATF di Kota Kasablanka Jakarta yang berlangsung 9-12 Februari ini. “Target kuantitaf dari penjualan dan berapa pengunjung yang bisa kami  jaring memang ada, tapi bukan itu tujuan kami. Tujuan utama kami adalah untuk mendekatkan kami, AirAsia kepada calon penumpang kami,” tutur Dendy, yang menargetkan 48.000 pengunjung dengan hasil penjualan semaksimal mungkin itu.

Dendy menambahkan, “Kami memang mengandalkan website sebagai senjata utama kami untuk jualan. Kami selalu memperbaiki, baik tampilan maupun kualitas dari processing-nya. Untuk memperkenalkan orang agar bisa booking lewat website kami itu, kami tidak mau hanya dari radio atau televisi, tapi kami ingin langsung mendatangi calon penumpang. Salah satu tempat yang kami pilih adalah mall yang memiliki tingkat keramaian.”

Author: Reni Rohmawati