NASA Ciptakan Pesawat Komersil QueSSt untuk Tur Ke Luar Angkasa

1965
Sumber gambar: Lockheed Martin

Terinspirasi oleh pesawat jet komersial antar benua Concorde, lembaga antariksa AS NASA juga berniat membuat pesawat serupa yang tidak hanya bisa terbang mengarungi benua tapi mengarungi angkasa luar. Proyek pesawat antariksa NASA yang dinamai Quiet Supersonic Technology (QueSST).

Proyek prestisius yang digarap bersama dengan Lockheed Skunk Works itu nantinya akan menjadi “pesawat komersil” berisi 100 hingga 120 kursi. Dengan kecepatan supersonik hingga Mach 1,42 yang dirancang khusus untuk terbang ke angkasa luar ini para penumpang bisa dibuat nyaman ketika melakukan tour ke luar dari atmosfer Bumi.

Design Pswt NASA  quesst

Pesawat QueSST saat ini sedang dalam proses penggarapan dan ditargetkan sudah bisa terbang pada tahun 2019 mendatang. Proses pembuatan QueSST sendiri mengacu pada Concorde yang pernah menjadi pesawat komersil berkecepatan supersonik hingga bisa menempuh jarak London-New York dalam hitungan jam.

Lockheed Skunk Works dan NASA mengaplikasikan teknik sonic boom yang dilepaskan beberapa saat setelah pesawat take off. Dulu sonic boom Concorde “dibuang” di atas lautan sehingga tidak menimbulkan efek trauma ledakan bom dan kerusakan fasilitas perumahan di sekitar bandara.

Dua institusi itu saat ini sedang melakukan riset, bukan hanya untuk mengurangi efek sonic boom, tapi juga mencari cara menghilangkan sama sekali suara sonic boom. Cara yang ditempuh adalah menciptakan sistem pembuangan after burner QueSST melalui beberapa celah sehingga tidak lagi terdengar suara dentuman hebat dan suara mesin QueSSt pun menjadi lebih lembut.

Spesifikasi Pswt NASA quesst

Sistem ekor pesawat QueSSt menggunakan jenis T-Tail karena bentuk ekor vertikal tenyata bisa mengurangi efek tekanan after burner yang dilepaskan mesin pesawat. Sesuai rencana QueSSt akan menggunakan mesin jet General Electric F404. Mesin ini merupakan varian dari mesin jet tempur F/A-18 Hornet.

Jika sonic boom bisa direduksi, maka QueSST bisa lepas landas dari bandara dalam kota tanpa menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar.

Author: A. Winardi