Maskapai Jin Air Akan Rutin Sambangi Lombok

1620
Sumber gambar: chill.co.th

Maskapai penerbangan berbiaya murah asal Korea Selatan, Jin Air siap menerbangkan pesawat berbadan lebar Boeing 777 ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk mendorong pariwisata ke kawasan tersebut.

“Saya sudah dapat resmi dari Chairman Korean Air bahwa anak perusahaannya, Jin Air sudah siap menerbangkan Boeing 777 ke Lombok,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong seusai pertemuan di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (10/4/2017).

Tom, sapaan Thomas, menyebut keberadaan maskapai penerbangan berbiaya murah sangat dibutuhkan untuk mendorong pariwisata di Indonesia.

Ia mengatakan meski investasi pariwisata bukan investasi besar, namun sangat strategis karena membuka peluang lapangan kerja dan menghasilkan devisa karena kunjungan wisatawan mancanegara.

“Ini perlu teamwork (kerja tim) yang luar biasa karena banyak wisatawan tergantung pada konektivitas udara. Jadi perlu konektivitas maskapai penerbangan, terutama maskapai berbiaya murah supaya banyak penerbangan murah dari banyak destinasi seperti Korea, China, Jepang, Australia, India dan sebagainya,” katanya.

Meski penetrasi ke maskapai penerbangan berbiaya murah dibutuhkan, Tom mengatakan pemerintah juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukungnya.

“Maka juga butuh upgrading (peningkatan) di bandara-bandara, meski pun runway-nya (landasan pacu) sudah bagus, terminalnya sudah bagus, sekarang kita mesti lihat sistem elektroniknya di sistem navigasi, supaya pesawat itu bahkan dalam cuaca buruk masih bisa terbang,” tuturnya.

Khusus di Bandara Internasional Lombok (BIL) yang akan disinggahi Jin Air, Tom mengatakan salah satu yang perlu diperbaiki adalah modifikasi di bandara agar pesawat sebesar Boeing 777 bisa berputar balik di ujung landasan pacu.

Jin Air sendiri dilahirkan oleh Korean Airlines pada thaun 2008 lalu. Awalnya, maskapai ini fokus pada penerbangan regional di Korea Selatan dan sekitarnya.

Saat ini Jin Air tercatat mengoperasikan 22 unit pesawat, 18 unit dari keluarga Boeing 737 dan sisanya Boeing 777.

 

Sumber: Antara via Kompas.com

Author: Remigius Septian