Lebih Dari 5,4 Juta Penumpang Akan Terbang pada Periode Libur Lebaran Tahun 2017

447

Jumlah penumpang angkutan udara pada periode Libur Lebaran tahun 2017 diprediksi meningkat 9,8 persen dibandingkan tahun 2016. Berdasarkan data dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 5.404.814 orang, terdiri dari 4.729.287 penumpang rute dalam negeri  (domestik) dan 675.527 penumpang rute luar negeri (internasional). Tahun lalu, jumlah penumpang angkutan udara mencapai 4.922.176 orang, terdiri dari 4.297.984 penumpang domestik dan 624.192 penumpang internasional.

“Kenaikan jumlah penumpang ini tak lepas dari pertumbuhan positif yang terus dicapai oleh dunia penerbangan nasional,” ucap Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara pada acara coffee morning di kantor AirNav Indonesia, Cengkareng, Jumat (26/5/2017).

Agus mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan tiket pesawat karena jumlah kursi yang disediakan untuk penerbangan Lebaran akan bertambah sekitar 5 persen dari jumlah tahun lalu.  Kapasitas untuk penerbangan domestik tersedia 5.780.374 kursi, sedangkan untuk penerbangan ke luar negeri 930.379 kursi.  Jumlah kursi penerbangan itu disediakan oleh 14 maskapai penerbangan berjadwal dengan 532 pesawat yang beroperasi.

“Jumlah kursi pesawat masih melebihi perkiraan kenaikan  jumlah penumpang. Maskapai-maskapai penerbangan juga menyelenggarakan extra flight dan mengoperasikan pesawat berbadan lebar. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan tiket,” ujar Agus.

Beberapa maskapai penerbangan memang sudah mengumumkan akan menyediakan penerbangan tambahan. Citilink Indonesia misalnya, akan mempersiapkan 86.400 kursi tambahan. Seluruh armada Citilink yang 47 pesawat Airbus A320, termasuk A320neo, akan dikerahkan.

“Jumlah kursi tersebut terbagi dalam 240 penerbangan tambahan yang dijadwalkan akan berlaku pada 16-24 Juni dan 27 Juni-2 Juli 2017,” kata Juliandra Nurtjahjo, CEO Citilink Indonesia.

Garuda Indonesia juga menyiapkan 61.324 kursi penerbangan ekstra, terdiri dari 50.210 kursi untuk rute domestik dan 11.114 kursi untuk rute internasional, serta mengoperasikan pesawat berbadan lebar.

“Garuda akan mengoperasikan 348 frekuensi penerbangan, terdiri dari 188 penerbangan ekstra dan 160 penerbangan reguler menggunakan bigger aircraft,” kata Benny S. Butarbutar, VP Corporate Communications Garuda Indonesia.

Begitu juga Sriwijaya Air dan Nam Air, yang menyiapkan penerbangan ekstra dengan 138.852 kursi tambahan. Ada 21 rute yang ditambah penerbangannya menggunakan pesawat Boeing 737-800NG dan Boeing 737-900ER.

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono mengatakan, permintaan pasar dalam libur Lebaran selalu meningkat. “Selain mudik, banyak juga yang memanfaatkan momen ini untuk berlibur bersama keluarga,” ujarnya memberi alasan kenapa kursi yang disediakan untuk extra flight itu cukup banyak.

Destinasi-destinasi favorit biasanya ditambah dengan penerbangan ekstra, khususnya yang terbang dari/ke Jakarta. Kota-kota lainnya adalah Yogyakarta, Padang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan. Makassar, Batam, Bandung, Medan, Palembang, Malang, Pangkal Pinanh, Silangit, Manokwari, Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Pandang, uga Kuala Lumpur, Singapura, dan Bangkok.

Author: Reni Rohmawati