Keselamatan Penerbangan di Semua Aspek Harus Terus Ditingkatkan

507
Keselamatan Penerbangan di Semua Aspek Harus Terus Ditingkatkan
Ilustrasi pesawat-pesawat maskapai penerbangan. Foto: Gatot R.

Regulator penerbangan sipil mengumpulkan semua pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mengingatkan bahwa bisnis penerbangan adalah bisnis yang selalu berorientasi pada keselamatan (safety).

“Semuanya (dikumpulkan), dari air navigation juga operator bandara, bahkan pengelola sekolah pilot, bukan cuma maskapai. Kenapa kita kumpulkan? Karena penerbangan itu dimulai dari darat; di bandara. Semoga makin hari makin meningkat keselamatan itu, mulai dari runway, navigasi, juga pesawatnya,” ujar Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Baca Juga: Budaya Keselamatan Penerbangan di Indonesia Belum Terwujud

Menurut Dirjen, pihaknya mengumpulkan bersama-sama supaya diingatkan lagi kesadaran tentang keselamatan. “Memang bisnis penerbangan itu bisnis safety. Kami tekankan kembali bahwa safety itu nomor satu dalam penerbangan,” tegas Agus.

Dirjen juga memaparkan program kerja prioritas pada tahun ini. Selain yang utama adalah meningkatkan keselamatan penerbangan, juga meningkatkan sistem pengawasan, terutama di Papua dan pada sekolah penerbangan, juga kesehatan personel penerbangan.

Baca Juga: “Pilot Mabuk” dan Bedah Buku Keselamatan Penerbangan di STPI

Prioritas kerja lainnya adalah mengeluarkan semua maskapai Indonesia dari larangan terbang (ban) dari Uni Eropa dan mempertahankan kategori 1 FAA.

Author: Reni Rohmawati