Instruksi Regulator untuk Kelancaran dan Keselamatan Angkutan Lebaran

545
Sumber gambar: Ditjen Perhubungan Udara

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator penerbangan sipil mengeluarkan instruksi kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor angkutan udara untuk pelaksanaan angkutan lebaran tahun ini. Instruksi ini disampaikan kepada otoritas bandara, pengelola bandara, pengelola navigasi penerbangan, dan maskapai penerbangan.

“Priotitas untuk angkutan Lebaran ini adalah keselamatan, keamanan, dan kelancaran, serta kenyamanan penumpang.” ujar Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara dalam acara Coffee Morning yang dihadiri para pemangku kepentingan di kantor AirNav Indonesia, Tangerang, pada Jumat (26/5).

Instruksi pada Otoritas Bandar Udara (ada 10 Otban di Indonesia):

-Mengawasi kesiapan bandara di wilayahnya secara keseluruhan, termasuk peralatan dan personelnya;

-Mengawasi kesiapan operator penerbangan yang beroperasi di wilayahnya, termasuk armada dan kru pesawat terbang.

Instruksi pada Unit Penyelenggara Bandar Udara (35 bandara, termasuk yang dikelola PT Angkasa Pura I dan II):

-Mengecek kesiapan fasilitas peralatan dan personel bandar;

-Melakukan pengawasan terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan;

-Mengoptimalkan jam operasi penerbangan dan slot time.

Instruksi pada Airnav Indonesia (pemandu lalu lintas udara):

-Mengoptimalkan sistem pelayanan navigasi penerbangan;

-Meninjau dan memastikan kemampuan dan kapasitas pelayanan telekomunikasi penerbangan terkait fasilitas, personel, dan prosedur;

-Meninjau dan memastikan penyesuaian jam operasi sesuai operasional bandara.

Instruksi pada Maskapai penerbangan (ada 14 maskapai penerbangan berjadwal yang beroperasi):

-Mengecek kesiapan armada dan kru penerbangan;

-Memberikan pelayanan kepada penumpang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015;

-Memberlakukan tarif sesuai PM 14 Tahun 2016;

-Mematuhi ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management).

Di samping itu, untuk kelancaran program angkutan udara Lebaran kali ini, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan beberapa strategi dan terobosan, sebagai berikut.

-Penambahan jam operasi bandara;

-Penghentian sementara terkait pekerjaan-pekerjaan overlay di bandara pada periode H-7 sampai dengan H+7;

-Penggunaan pesawat dengan tipe yang lebih besar untuk penerbangan berjadwal sebagai pengganti extra flight;

-Pemberian sanksi kepada maskapai  yang menaikkan tarif di atas batas atas sesuai PM 14 tahun 2016;

-Pemberian makanan berbuka puasa gratis oleh penyelenggara bandara dan maskapai penerbangan;

-Memberikan jaminan ketersediaan kursi untuk penerbangan periode H-3 sampai dengan H+3 bagi pengguna jasa angkutan udara.

-Maskapai penerbangan  wajib mengembalikan slot time yang tidak dipergunakan kepada pengelola slot;

-Maskapai penerbangan  agar mempergunakan slot time yang kosong pada malam hari.

Author: Reni Rohmawati