Ini yang Dipantau Regulator dan Ramp Check Jelang Lebaran

744
Sumber gambar: Ditjen Perhubungan Udara

Terkait dengan angkutan Lebaran tahun ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan dan ramp check untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Pemantauan dilakukan di 35 bandara di seluruh Indonesia, yang dilakukan oleh inspektur angkutan udara Direktorat Bandar Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara. Pelaksanaan pemantauan dilakukan dalam dua tahap: pada 10-22 April dan 8-20 Mei lalu.

Objek pemantauan bandara meliputi sisi keamanan dan pelayanan.

•Untuk sisi keamanan dilakukan pemeriksaan:

– Manajemen operasi apron;  – Akses ke dalam daerah pergerakan;

– Pengawasan kendaraan di sisi udara;

– Pemeriksaan di daerah pergerakan dan obstacle;

– Alat bantu visual dan sistem kelistrikan.

•Untuk sisi pelayanan dilakukan pemeriksaan:

– Fasilitas terminal;

– Kesiapan menghadapi kenaikan tingkat okupansi.

Ramp check pesawat udara dilakukan oleh para Flight Operation Inspector, Flight Operation Officer Inspector, dan Cabin Safety Inspector, dari Direktorat KelaikUdaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU). Ramp check keselamatan angkutan Lebaran dilaksanakan di 25 bandara di Indonesia, dimulai sejak 15 April lalu. Ramp check untuk pelaksanaan angkutan Lebaran 2017 dilaksanakan pada 15 Juni-11 Juli.

“Ramp check pada 532 pesawat udara sudah selesai dilakukan, ujar Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara, usai melakukan ramp check di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (28/5). Sebelumnya, Dirjen dan rombongan melakukan peninjauan ke tower dan memantau aktivitas navigasi penerbangan di Soekarno-Hatta.  Untuk mendukung kegiatan pemantauan dan ramp check,  Ditjen Perhubungan Udara membentuk posko pengendalian dan monitoring angkutan udara Lebaran 2017 sebagai bagian dari Posko Terpadu Angkutan Lebaran Tingkat Nasional di Kementerian Perhubungan. Posko beroperasi 24 jam mulai 15 Juni sampai dengan  11 Juli. Di samping pos koordinasi di kantor pusat, diinstruksikan pula untuk koordinasi di seluruh bandara dengan titik pemantauan pada 35 bandara.

Author: Reni Rohmawati