Batik Air Menanti Slot di Bandara I Gusti Ngurah Rai

843
Sumber gambar: Reni R.

Rencana ekspansi penerbangan Batik Air ke kawasan regional, yakni ke Australia, Malaysia, dan India, sudah terbuka. Namun sampai saat ini, penerbangannya belum beroperasi.

Padahal beberapa bandara di tiga negara tersebut, seperti di Perth, Kuala Lumpur, dan Chenai, memberi lampu hijau dengan membuka slot time bagi maskapai penerbangan anak usaha Lion Air Group ini. Rupanya, slot time di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali, yang belum ada.

“Kami lagi mengurus slot di Bali karena slot di India, Malaysia, dan Australia sudah dapat. Ini tinggal yang di rumah sendiri,” ujar Capt Achmad Luthfie, Direktur Utama Batik Air di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Menurut Luthfie, semua persyaratan untuk penerbangan dari Bali ke tiga negara itu sudah dipenuhi. “Sekarang sedang kami urus. Mudah-mudahan sih dapat segera dikabulkan permohonan kami itu oleh pemerintah,” ucapnya.

Batik Air pun menginginkan pada April nanti bisa terbang rute Denpasar-Kuala Lumpur-Chenai pp sekali sehari, lanjut Denpasar-Perth pp yang terbang dua kali sehari. “Ini connecting flight karena yang disasarnya kan turis,” ungkap Luthfie.

Penerbangan Batik Air, khususnya ke India, memang untuk mendatangkan wisatawan. Pasarnya, kata Luthfie, masyarakat menengah ke atas berekonomi tinggi, yang jumlahnya sekitar 200 juta jiwa. Batik Air pun berencana terbang ke tiga kota di India, yakni Chenai, Mumbai, dan Calcuta.

“Biasanya mereka berlibur ke Malaysia. Kita akan ajak ke Bali. Travel agent di sana juga sudah tanya. Mereka ingin ke Bali,” tutur Luthfie.

Belum mendapatkan slot time di Bali yang membuat Batik Air belum bisa terbang ke kota-kota di kawasan regional itu. Padahal pemerintah sudah membentuk IASM (Indonesia Airport Slot Management) yang salah satu tujuannya untuk optimalisasi kinerja bandara, pelayanan navigasi penerbangan, serta badan usaha angkutan udara dan perusahaan angkutan udara asing.

Disebutkan pula bahwa IASM diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing dalam mengajukan permohonan slot time serta dapat mengurai kepadatan slot time pada jam-jam tertentu saja di bandar udara.

Penerbangan Batik Air ke luar negeri itu akan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER berkapasitas 180 kursi, Boeing 737-800 berkapasitas 162 kursi, atau Airbus A320 berkapasitas 156 kursi.

“Tergantung season-nya saja. Pada peak season kita pakai pesawat yang kapasitasnya paling besar. Kalau lagi low season pakai pesawat yang kecil,” ujar Luthfie.

Author: Reni R.