Bandara Soekarno-Hatta Bangun Gardu Induk Listrik

702
bandara soekarno-hatta
Sumber gambar: Reni Rohmawati

Gardu induk khusus bertegangan 150 KV dan berkapasitas 2 x 60 MVA bernilai investasi Rp223miliar sedang dibangun PT Angkasa Pura II (Persero) di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pembangunan yang dilaksanakan oleh PT Waskita Karya Tbk itu ditargetkan tuntas pada tahun 2018.

Presiden Direktur PT AP II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam siaran pers kemarin (16/2/2017) mengatakan, “Pembangunan gardu induk khusus itu untuk mendukung operasional Terminal 3 (T3), yang setelah beroperasi penuh membutuhkan listrik hingga 30 MVA.”

Sekarang ini, PLN memasok listrik sebesar 65 MVA untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pada 2021 diperkirakan kebutuhannya akan meningkat hingga 135 MVA sejalan dengan beroperasinya infrastruktur baru, seperti skytrain, stasiun kereta bandara, integrated building, cargo village, landasan pacu ketiga, serta revitalitasi T1 dan T2. Maka pembangunan gardu induk khusus itu menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas sistem kelistrikan di Soekarno-Hatta dan memastikan pasokan listrik ke bandara tetap terjaga.

Nantinya aliran listrik dari gardu induk PLN akan dialirkan ke gardu induk khusus, kemudian diteruskan ke tiga power supply yang ada di bandara. Tiga power supply ini untuk mendukung kelistrikan di T1, T2, T3, dan kawasan perkantoran. Skema ini berbeda dengan yang sekarang, yakni pasokan listrik dari gardu induk PLN dialirkan ke feeder Jakarta International Airport Cengkareng (JIAC) 1, 2, 3, 4, kemudian diteruskan ke tiga power supply.

“PLN dan AP II sudah bersinergi dengan baik dalam penyediaan pasokan listrik untuk kegiatan kebandarudaraan sejak Soekarno-Hatta mulai beroperasi tahun 1984. Sinergi ini akan ditingkatkan setelah gardu induk khusus beroperasi,” ujar Muhammad Awaluddin. Selanjutnya, peran JIAC 1, 2, 3, 4 menjadi back up, sehingga sistem kelistrikan di bandara kian andal.

Di samping pembangunan gardu induk khusus, peningkatan sistem kelistrikan lainnya adalah dengan melengkapi main power station (MPS) di tiap terminal. Dengan adanya MPS dapat mempermudah pengaturan arus pendistribusian kelistrikan di masing-masing terminal. Saat ini hanya ada satu MPS untuk mengatur pendistribusian listrik di seluruh kawasan bandara.

Untuk meningkatkan kualitas sistem kelistrikan, Soekarno-Hatta juga mengimplementasikan sistem digitalisasi SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). “SCADA memungkinkan kami untuk membangun satu tempat khusus sebagai pusat informasi dan pemantauan seluruh sistem kelistrikan di Soekarno-Hatta. Dengan begitu, kami dapat lebih cepat mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan serta menjalankan langkah kontingensi untuk menanggulanginya,” tutur Awaluddin.

Author: Reni Rohmawati