Airnav Ambil Alih Layanan Navigasi Penerbangan 28 Bandara

1098
airnav indonesia
Sumber gambar: Airnav Indonesia

Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengalihan layanan navigasi penerbangan 28 Bandara di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Rabu (24/5/2017 lalu).

Sesuai dengan Surat Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara nomor: AU.308/10/8/DRJU.DNP-2015 tentang Pengalihan Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan kepada AirNav secara bertahap diamanatkan untuk mengambil alih layanan navigasi penerbangan pada Bandara yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Pemerintah Daerah dan Badan Hukum Indonesia (swasta).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama AirNav, Novie Riyanto dengan Kepala Daerah dan Pimpinan Badan Hukum Indonesia, dalam hal ini perusahaan-perusahaan swasta yang mengelola bandaranya masing-masing.

“MoU seputar bidang operasi dan teknik, SDM, serta aset dan keuangan. AirNav Indonesia akan melayani navigasi penerbangan pada 28 lokasi Bandara tersebut,” ujar Novie dalam keterangan resminya.

Ia juga menyampaikan, pengalihan layanan navigasi penerbangan tersebut tentunya demi menjamin keselamatan dan meningkatkan efisiensi penerbangan di Indonesia. Hal-hal teknis dan detail lainnya akan dituangkan ke dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Kami akan segera melakukan asesmen terhadap 28 Bandara tersebut dan memastikan layanan navigasi penerbangan yang diberikan mengikuti standar dan aturan yang berlaku sesuai dengan kategori Bandara masing-masing,” terangnya.

Bandara yang dikelola oleh Dirjen Perhubungan Udara yang masuk di dalam MoU berjumlah 17 Bandara. Sementara bandara yang dikelola oleh Pemerintah Daerah berjumlah delapan Bandara dan bandara yang dikelola oleh Badan Hukum Indonesia berjumlah tiga Bandara.

Sebelumnya di awal tahun 2017 AirNav juga menerima pengalihan layanan navigasi penerbangan di enam Bandara, yang terdiri dari empat Bandara yang dikelola oleh TNI AU, satu Bandara yang dikelola oleh perusahaan swasta dan satu Bandara milik Pemerintah Daerah.

Author: Fery Setiawan