China Pamerkan Heli Serang Z-19E Black Whirlwind

2383
Heli serang Z-19E Black Whirlwind.

 

Kalau ada negeri yang berlari cepat untuk urusan pengembangan senjata, China adalah jawabannya.

Hampir setiap bulan, bahkan minggu, selalu ada produk baru, dan semua orang, termasuk anda dan saya, bisa jadi kesulitan untuk mengingat yang mana ya produk yang baru? Cek saja histori di angkasa.grid.id, hampir tiap minggu ada tulisan mengenai alutsista China.

Nah, pada 18 Mei kemarin giliran AVIC Harbin Aircraft Industry memamerkan produk terbaru mereka yaitu heli serang Z-19E yang melakukan penerbangan perdana dari markas pabrikan di Harbin.

Helikopter Z-19E yang dipamerkan ke khalayak tersebut diberi kelir warna hitam legam yang menampilkan aura yang sangar.

Dalam liputannya pada penerbangan perdana tersebut, situs berita Xinhua mengatakan bahwa helikopter yang disebut angin ribut hitam (Black Whirlwind) merupakan varian dari Z-19 yang diperuntukkan bagi pasar ekspor.

Ini merupakan heli serang pertama yang didedikasikan untuk pesanan negara luar. Versi yang dijual ke luar negeri akan menerima kode WZ atau  (Wǔzhuāng Zhíshēngjī – heli serang) 19.

Dibangun dari dasar helikopter angkut Z-9W yang merupakan lisensi dari AS365 Dauphin, Z-19E masih mempertahankan desain ruang mesin untuk mesin WZ-8C turboshaft dengan daya 940hp, tailboom, sampai desain rotor ekor Fenestron yang merupakan desain khas pabrikan Aerospatiale yang kini sudah dimerger dengan Airbus Helicopter.

Patut diduga bahwa antara heli serang ini dan heli angkut yang menjadi dasar pengembangannya masih memiliki kesamaan komponen, untuk mempersingkat waktu produksi dan pengembangan.

Perbedaan antara Z-9 dan Z-19E, bagian depan dimodifikasi habis dengan pemasangan kokpit tandem khas heli serang, berikut dengan bola elektro optik yang dipasang di hidung helikopter.

Bola EO berisi sistem laser pemandu rudal, FLIR (Forward Looking Infra Red) dan juga sistem kamera siang.

Z-19E juga sudah dilengkapi HMS (Helmet Mounted Sight) untuk mengoperasikan sistem senjata yang terpasang.

Juru tembak dan pilot pun dimanjakan dengan kehadiran HUD (Head Up Display) yang terpasang dari frame kokpit helikopter.

Pada penerbangan perdananya, Z-19E tampak menggotong tabung roket, sistem kanon berbasis pod kaliber 23mm, dan rudal HJ-8 Red Arrow yang dibawa dalam rak berisi 4 rudal per pylon.

Patut disayangkan, Z-19E masih belum membawa sistem kanon internal seperti heli serang sejati. Hal ini akan mempersulit ruang cakupan senjata yang dibutuhkan sekali oleh heli serang yang seringkali harus bergerak lincah, sehingga senjata harus bisa digerakkan dengan sapuan yang luas.

Z-19E juga mampu membawa rudal anti pesawat TY-90 yang dikembangkan dari sistem MANPADS untuk pertahanan diri.

Z-19E diperkirakan akan mampu melaksanakan misi anti tank, anti perkubuan, dan anti infantri untuk menyediakan dukungan artileri udara dan perlindungan konvoi dengan biaya murah, cocok untuk negara-negara yang anggaran pertahanannya terbatas.

Author: Aryo Nugroho