Tim Jaguar, Buah Pengabdian dan Loyalitas Winam Untuk Bangsa

2433
tim jaguar
Personel Tim Jaguar Polres Kota Depok saat meredam aksi masa salah satu ormas di sekitar ITC Depok, Kamis (16/3/2017). Sumber gambar: JR Nugroho

Bagi anda yang merupakan masyarakat Kota Depok, tentu sudah tidak asing di telinga anda jika mendengar nama ‘Tim Jaguar’, sebuah tim kecil di bawah hierarki langsung Kapolres Kota Depok dengan tugas khusus untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan jalanan. Sejatinya, Tim Jaguar merupakan buah pengabdian dan loyalitas Iptu Winam Agus untuk bangsa, khususnya Kota Depok.

Ide pembentukan Tim Jaguar hingga eksistensinya saat ini yang semakin dicintai masyarakat Depok tentunya tak semudah membalikan telapak tangan. Begitu banyak pengorbanan yang dicurahkan Winam hingga akhirnya berbuah manis.

“Ini ide saya yang mutlak dan murni. Saya bicara dengan Pak Tri Yulianto (Kepala Bagian Operasi Polresta Depok saat itu) untuk membentuk tim khusus seperti di Jakarta Barat,” ungkap Winam kepada Angkasa, Kamis, di Depok.

Lalu Kabag Ops Polresta Depok itu menunjuk Winam untuk komandan tim kecil yang ingin mereka bentuk itu. Winam pun tanpa ragu menjawab siap untuk menjadi komandan tim itu.

Artikel Terkait: Tim Jaguar Polres Kota Depok; Tangguh, Disegani dan Humanis

Dengan kesiapan Winam untuk memimpin tim itu, Kabag Ops meminta Winam untuk memilih anggota yang ia mau. Pada keesokan harinya saat melakukan apel, rencana pembentukan tim dan penunjukan Winam sebagai ketua tim diumumkan serta pemilihan anggota yang ditunjuk langsung oleh Winam.

“Benar di apel diumumkan,” kata Winam. “Akan dibentuk tim khusus, komandannya pak Winam. Pak Winam sekarang mau milih angotanya,” ujar Winam mengulangi kalimat Tri pada saat itu.

Langkah awal Winam mengalami kendala. Personel-personel yang ia inginkan tidak direstui oleh komandan masing-masing. Alasannya adalah karena intensitas dinas personel-personel yang Winam tunjuk juga sudah padat dan jika mau diambil akan ada kekosongan.

Baca Juga:

DanKor Brimob: Tantangan Tugas Brimob Semakin Berat dan Kompleks

Brimob, Wakapolri: yang Paling Tinggi Derajatnya Itu Menjaga Keamanan Negara

Winam pun sempat berniat untuk menyudahi mewujudkan ide visionernya. “Saya diamkan saat itu, saya tidak lagi memiih dan saya anggap ini sudah tidak dilanjutkan,” ungkapnya.

Waktu terus berjalan, dan realisasi ide Winam pun mandek tanpa kabar. Namun kata Winam, Kabag Ops masih teringat akan rencana itu. “Winam ingkar janji, katanya mau milih?” tutur Winam mengingat perkataan saat itu.

Akhirnya Winam pun tergerak dengan penuh semangat untuk menemui para komandan personel-personel pilihannya.

“Saya bilang ke para komandannya ‘harus boleh’ saya ambil anggotanya. Pimpinan saya pak Tri yang membentuk atas izin Kapolres,” tegas Winam.

Akhirnya pada tanggal 18 Oktober 2014, Kapolres Kota Depok yang saat itu menjabat, Kombes Pol Dwiyono, resmi membentuk tim yang dikonsepkan oleh Winam. Para personel yang direkrut Winam berasal dari Sabhara, Reserse dan Intel yang berjumlah 25 orang dan dilakukan penyeleksian yang ketat terhadap mereka.

Sambil Winam berusaha untuk melengkapi peralatan mereka, ke 25 orang itu dilatih secara otodidak mulai dari latihan fisik, menembak taktis selama dua bulan meski seminggu hanya tiga kali pertemuan. Hingga pada akhirnya jumlah itu pun menyusut akibat seleksi alam.

Baca Juga:

Ini Dia Jenis-jenis Gas Air Mata yang Dimiliki Brimob

Eksklusif, Aksi Korps Brimob Tangani Aksi Teror

“Karena bagaimanapun mereka yang bertahan di tim ini tinggal di Sabhara. Reserse karena beban pekerjaan banyak sudah mundur, kembali ke satuannya masing-masing sementara Intel enggak mampu juga karena di Intel dibutuhkan. Yang sekarang ada hanyalah Sabhara, yang mereka siangnya penjaga bank, malamnya kita menjadi Jaguar,” terangnya.

Sambil berjalan pula, Winam mencari nama untuk tim ini bentukannya itu. Diakui Winam, nama ‘Jaguar’ terinspirasi dari sebuah julukan nama batalyon di Marinir, yakni Batalyon Infanteri 6 Jaguar. “Saya mengambil nama Jaguar dari situ, tapi saya tidak mengerti nama Jaguar itu bermakna apa? Saat itu Kabagops, Kompol Tri Yulianto, memanjangkan nama Jaguar, ‘Penjaga Gangguan Anti Kerusuhan’.” Terang Winam.

Saat ini Tim Jaguar hanya tinggal 17 anggotanya dan mereka yang tersisa itu bagi Winam adalah yang memiliki semangat juang dan bekerja ikhlas tanpa berharap sesuatu.

Baca Juga:

Vivi Wahyuni, Dari Bengkel ke Indo Tactical Gear

5 Jaket Berspesifikasi Militer yang Bakal Jadi Tren Fesyen

“Kita semacam sukarelawan, siapa yang mau tugas tambahan di samping tugas pokok anda ya silahkan. Ini generasi angkatan pertama, ada lima orang generasi kedua di antaranya ada dua polwan, dan saya melihat mereka semuanya bisa menyesuaikan diri,” kata Winam.

Siapa sangka, tim yang sering disebut Winam sebagai ‘tim hore’ ini dapat diterima dan dicintai oleh masyarakat di Kota Depok dan memang Tim Jaguar memiliki deterrent effect yang luar bisa bagi para pelaku kejahatan. Terbukti, tingkat kejahatan jalanan, tawuran warga maupun balapan liar yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah itu kini telah reda. Tak hanya itu, Tim Jaguar pun kini menjadi kiblat bagi Kepolisian Wilayah lainnya untuk membentuk tim kecil dengan tugas dan kemampuan yang serupa.

 

Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Commando Volume XII No.2 pada April mendatang.

Author: Fery Setiawan