Kapal Induk Helikopter Australia Canberra Class Alami Kerusakan

2421
HMAS Canberra.

Dua kapal induk helikopter atau LHD (Landing Helicopter Dock) milik AL Australia yaitu HMAS Canberra dan Adelaide (Canberra Class) terpaksa naik dok karena ditemukannya masalah pada dua kapal terbesar di jajaran AL Australia tersebut.

Kedua kapal harus menjalani pemeriksaan menyeluruh karena teridentifikasi masalah pada sistem propulsi pada kapal buatan Spanyol-Inggris tersebut. Yaitu ditemukannya pecahan-pecahan logam di dalam tangki sistem pelumas mesin.

Awalnya hanya HMAS Canberra saja yang harus menjalani inspeksi, namun begitu ditemukan masalah yang sama pada HMAS Adelaide, sang adik pun harus menyusul kakaknya naik dok.

Padahal LHD sudah dijadwalkan dikirim mengikuti gelar latihan Talisman Sabre bersama Amerika Serikat pada Juni yang akan menguji kemampuan kedua negara melancarkan operasi serbuan amfibi.

LHD kelas Canberra dikembangkan berdasarkan desain LHD kelas Juan Carlos milik AL Spanyol yang juga dikembangkan oleh galangan kapal Navantia.

Awalnya AL Australia ingin melakukan perombakan desain secara drastis dengan menghilangkan ski jump karena tidak membutuhkannya, mengingat AL Australia tidak mengoperasikan pesawat lepas landas vertikal seperti Harrier ataupun F-35B.

Namun akhirnya ski jump tetap dipertahankan karena biaya perubahan desainnya sangat mahal.

AL Australia membayar mahal untuk kedua kapal tersebut, dengan biaya per kapal mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS termasuk sistem persenjataan.

Kedua kapal kelas Canberra tersebut saat ini sudah berada di fasilitas perbaikan di Garden Island, Sydney, dimana para teknisi akan menyisir seluruh komponen pada sistem propulsi secara teliti untuk menemukan titik penyebab munculnya pecahan logam tersebut.

Sistem propulsi pada LHD kelas Canberra terdiri dari satu generator turbin uap, dua generator diesel, dan dua Siemens POD azimuth.

AL Australia sendiri merasakan kerugian akibat berhentinya pengoperasian kedua LHD ini, yang vital untuk operasi kemanusiaan.

Hilangnya kedua LHD dari dinas aktif menyebabkan operasi kemanusiaan untuk membantu korban Siklon Debbie yang berdampak besar di Australia khususnya di Queensland.

Pada kenyataannya, kedua LHD yang diproyeksikan untuk beroperasi selama 25-30 tahun ini cukup sering naik dok. Pada 2015 HMAS Canberra mengalami insiden dimana pintu dok amfibi terbuka di tengah pelayaran karena kesalahan operator.

Kedua kapal ini juga terlambat penyelesaiannya, dengan pembengkakan biaya dari estimasi awal karena sulitnya integrasi berbagai subsistem.

Saat ini AL Australia hanya bisa mengandalkan HMAS Choules yang dibeli pada 2010 untuk melaksanakan operasi penanganan bencana.

Author: Aryo Nugroho