ITS Carabiniere, Fregat Antikapal Selam Rasa Italia

3984
Sumber gambar: Remigius S.

Di awal tahun 2000-an Italia dan Perancis sepakat untuk bersama-sama membangun kapal fregat multiperan yang akan memperkuat armada angkatan laut mereka. Rencana ini dijabarkan dalam program Fregat Multiperan Eropa (FREMM).

Jika berjalan mulus, kapal tersebut pada akhirnya juga akan ditawarkan ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Dalam kesepakatan itu, kedua negara sepakat untuk membuat setidaknya 27 kapal fregat, 17 unit akan dioperasikan oleh AL Perancis, sisanya dioperasikan oleh AL Italia.

Oleh AL Italia, kapal-kapal dari program FREMM ini dikategorikan ke dalam kelas Bergamini. Salah satu dari 10 kapal milik Marina Militare, sebutan untuk AL Italia ini diberi nama ITS Carabiniere.

ITS Carabiniere merupakan kapal fregat keempat dari program FREMM yang dioperasikan oleh AL Italia.

Kapal ini tercatat sebagai kapal fregat ketiga yang diberi peran sebagai antikapal selam. Fregat antikapal selam sebelumnya yang diserahkan ke AL Italia adalah ITS Virgino Fasan dan ITS Carlo Margottini.

Sebagai fregat antikapal selam, ITS Carabiniere sudah dilengkapi dengan beragam sistem pencari kapal selam yang mutakhir. Sonar UMS 4110 CL buatan Thales dipasang di bagian haluan kapal dan Thales 4249 dan Thales CAPTAS 4249 adalah sistem sonar yang diandalkan untuk menjejak kapal selam musuh, baik kapal selam bermesin diesel maupun nuklir.

“Kami pernah uji coba mencari kapal selam Italia di sebuah perairan, kami bisa tangkap posisinya dengan tepat dari jarak 40 mil laut (74 km),” Ujar Simone, Submarine Combat Officer ITS Carabiniere saat menyambangi Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Dek ITS Carabiniere bisa diisi oleh satu unit helikopter antikapal selam SH-90 atau bahkan EH-101. Kedua helikopter tersebut bertugas membantu kapal mencari target kapal selam di wilayah yang lebih luas.

Di bagian persenjataan, untuk menghancurkan kapal selam buruannya ITS Carabiniere mengandalkan torpedo MILAS buatan MBDA. Torpedo ini mampu menghancurkan sasaran di bawah air dengan jarak 35 km secara efektif.

Selain itu, fregat buatan Fincantieri Riva Trigoso ini juga dipersenjatai dengan rudal antikapal MBDA TESEO.

Untuk pertahanan dari pesawat musuh, ITS Carabiniere dilengkapi dengan dengan rudal ASTER 15 dan 30. Ada juga dua unit kanon 76 mm Davide buatan Oto Melara.

Hampir seluruh sistem di ITS Carabiniere dan keluarganya menggunakan produk-produk buatan dalam negeri. Mulai dari galangan yang berada di Genoa, sistem elektronika, hingga sistem pertempuran beserta persenjataan.

Selain untuk operasi militer, kapal fregat AL Italia ini juga disiapkan untuk misi kemanusiaan.

“Kapal-kapal Italia ke depan akan memiliki desain yang mudah dimodifikasi untuk misi perang dan kemanusiaan. Ini memang menjadi tantangan bagi AL Italia di masa depan,” ujar Stefano Ferraris, Product Strategy Development Head Fincantieri.

Tak ayal jika banyak ruangan di dalam kapal yang bisa dialihfungsikan dengan cepat. Dek utama misalnya, bisa diubah menjadi tempat pengungsian. Ruang rekreasi perwira pun bisa diubah menjadi rumah sakit apung.

Author: Remigius Septian