Di tengah Kontroversi, F-35 A Malah Latihan Perang

5199
Sumber gambar: alert 5

Kehadiran jet tempur generasi kelima berteknologi siluman F-35 A Lightning II masih menuai kontroversi dari Presiden AS Donald Trump dan Pentagon terkait harga yang begitu mahal ketimbang F-18 Super Hornet .

Tapi jet tempur itu justru telah digunakan dalam latihan terbang tempur tahunan Red Flag  2017 yang berlangsung di Nellis Air Force Base dari 23 Januari hingga 10 Februari mendatang. Dalam latihan  terbang tempur yang diikuti angkatan udara dari USAF, Inggris, dan Australia itu F-35 berlatih bersama 80 jet tempur lain, seperti  F-22 Raptor dan F-18 Super Hornet.

Kehadiran delapan Super Hornet dalam Red Flag yang terlibat latihan bersama 13 unit F-35 dalam berbagi simulasi misi tempur seolah menjawab kritik Trump. Pasalnya  harga Super Hornet lebih murah, namun kemampuannya tidak jauh berbeda dibandingkan F-35.

Terkait kritik Trump itu komandan Skadron F-35A (34th Fighter Squadrons), Letkol George “Banzai” Watkins menyatakan bahwa jika dibandingkan antara F-35A dan Super Hornet memang seperti “jeruk dan apel”.

Tapi Watkin juga menekankan bahwa F-35 masih lebih baik dibandingkan Super Hornet untuk menghadapi pertempuran udara di masa mendatang. Latihan terbang tempur itu memang ingin menunjukkan bahwa F-35 lebih tangguh dibandingkan jet-jet tempur lain khususnya dalam penggunaan rudal dan bom  generasi mutakhir.

Kemampuan lain yang akan ditunjukan F-35 A dalam Red Flag adalah simulasi pertempuran udara (dogfight) melawan Raptor. Latihan dogfight dengan Raptor ini ditujukan untuk membuktikan bahwa F-35 memiliki banyak keunggulan dalam bidang teknologi, khususnya Synthetic Aperture Radar.

Author: Agustinus Winardi