TNI AU Terima Lagi Dua F-16C/D-52ID, Satu Penerbang Ikut dari Amerika

5929
Kaskoopsau II Marsma TNI Donny Ermawan menyalami penerbang AU AS yang menerbangkan F-16 ke Indonesia. Sumber gambar: Pentak Lanud Iswahjudi

TNI Angkatan Udara menerima tambahan dua unit jet tempur F-16C/D-52ID dari Amerika Serikat. Pesawat ini merupakan bagian dari pengadaan 24 F-16C/D dan kelompok pengiriman kelima ke Indonesia langsung dari Depo Hill AFB, Utah, Amerika Serikat.

Kedatangan pesawat yang diterbangkan oleh penerbang AU AS (USAF) ini disambut oleh Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Donny Ermawan, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Andyawan beserta tim dari Kementerian Pertahanan dan Mabesau di Madiun, Senin (20/3/2017). Demikian dijelaskan Kadispenau Marsma TNI Jemi Trisonjaya dalam keterangan tertulisnya.

Kedua pesawat F-16 yang datang bernomor ekor TS-1622 (F-16D) dan TS-1638 (F-16C). Indonesia mendapat hibah 24 pesawat F-16C/D Block 25 bekas pakai Garda Nasional Udara, AS yang kemudian ditingkatkan kemampuannya (upgrade) sehingga setara Block 52.

F-16C-52ID nomor ekor TS-1622 tiba di Lanud Iswahjudi, Madiun. Sumber gambar: Dispenau
F-16C-52ID nomor ekor TS-1622 tiba di Lanud Iswahjudi, Madiun. Sumber gambar: Pentak Lanud Iswahjudi

Pelaksanaan upgrade pesawat meliputi modifikasi struktural dengan tujuan memperpanjang masa usia pakai sampai dengan 10.800 jam terbang ekuivalen (EFH), peningkatan kemampuan avionik, dan overhaul mesin untuk memaksimalkan dan memperpanjang masa pakainya. Biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk program ini mencapai sekira 700 juta dolar AS.

Dalam pengiriman F-16 gelombang kelima tersebut, salah seorang penerbang TNI AU yakni Mayor Pnb Gusti Made Yoga Ambara turut serta dalam penerbangan menggunakan pesawat TS-1622. Penerbangan ini serupa yang dialami oleh dua penerbang seniornya terdahulu, Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono dan Mayor Pnb Anjar Legowo saat menjemput F-16C/D gelombang pertama pada Juli 2014. Dikatakan Yoga, penerbangan tersebut merupakan pengalaman menarik karena terbang dengan waktu yang lama hingga 8 jam serta melaksanakan pengisian bahan bakar di udara.

Foto bersama usai penerimaan 2 F-16C/D-52ID di Lanud Iswahjudi. Sumber gambar: Dispenau
Foto bersama usai penerimaan 2 F-16C/D-52ID di Lanud Iswahjudi. Sumber gambar: Pentak Lanud Iswahjudi

Dengan tambahan dua F-16C/D melalui program FMS dengan sandi Peace Bima Sena II ini, Indonesia telah menerima 16 unit F-16C/D dari total 24 unit yang dipesan. Satu F-16C nomor ekor TS-1643 dari pengadaan ini pada 16 April 2015 terbakar di ujung landasan Lanud Halim Perdanakusuma saat akan lepas landas. Pesawat terindikasi mengalami malfungsi pada sistem elektrik dan hidroliknya.

Author: Roni Sontani