Proyek Kereta Cepat Diwujudkan, 308 Rumah di Komplek Trikora Akan Direlokasi

1999
Penandatanganan bersama antara TNI AU dan PT KCIC perihal pembangunan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan menggunakan lahan perumahan Trikora Lanud Halim Perdanakusuma. Sumber gambar: Dispenau

Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung yang akan diwujudkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia – China) dipastikan tetap berjalan. Komplek Trikora Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur salah satu tempat yang akan dijadikan sebagai stasiun kereta berkecapatan tinggi tersebut di Jakarta mulai disiapkan. Alhasil, sekira 308 rumah yang ada di komplek perumahan TNI AU tersebut akan direlokasi.

Kepastian dilaksanakannya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, tertuang dalam naskah pernyataan bersama antara TNI AU dan PT KCIC yang ditandatangani di Mabesau, Cilangkap, Jumat (24/2/2017). Penandatanganan dilakukan oleh Asisten Logistik (Aslog KSAU) Marsda TNI Yadi Husyadi dan Komisaris PT KCIC Antonius Kosasih disaksikan oleh KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Staf Ahli Menteri BUMN Sahal Lumban Gaol.

KSAU mengatakan, sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia  nomor 107 tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaran prasarana  dan sarana  Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung, maka Kementerian Pertahanan dan atau Panglima TNI menyerahkan aset tanah dan bangunan milik Kementerian Pertahanan/TNI AU yang ada di Komplek Trikora Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk dipergunakan sebagai trase jalur, stasiun, sarana, dan prasarana pendukung kereta cepat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pembangunan stasiun dan trase kereta api cepat merupakan program pemerintah yang harus kita dukung dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi untuk masyarakat guna meningkatkan perekonomian sepanjang rute Jakarta – Bandung,” ujar Hadi Tjahjanto.

Ditambahkan, di Komplek Trikora Lanud Halim Perdanakusuma TNI AU telah menyiapkan lahan seluas 18,6 hektar. Namun memang, saat ini di lokasi tersebut terdapat perumahan dinas, mess prajurit, serta fasilitas sosial lainnya yang digunakan warga. Oleh karena itu, KSAU meminta agar sebelum proses pembangunan stasiun kereta api cepat dilaksanakan,  PT KCIC terlebih dahulu harus membangun rumah dinas, mess prajurit serta fasilitas pendukung lainya sebagai pengganti yang sekarang dihuni di perumahan Trikora.

Selama pembangunan dan operasional ke depannya, KSAU juga meminta agar untuk akses keluar masuk kendaraan tidak mengganggu aktivitas atau kenyamanan warga komplek. “Dan untuk personel keamanan agar melibatkan pengamanan dari TNI AU, baik Paskhas maupun Pomau yang ada di Lanud Halim,” kata KSAU.

308 rumah

Pangkoopsau I Marsda TNI Yuyu Sutisna kepada Angkasa menyatakan, TNI AU mendukung penuh program yang dicanangkan pemerintah. Di perumahan Trikora Lanud Halim Perdanakusuma yang akan dijadikan stasiun dan sarara kereta cepat, sedikitnya terdapat 308 rumah, sekolah, tempat ibadah, pos yandu, dan fasilitas lainnya yang akan direlokasi.

Yuyu menegaskan, TNI AU akan merelokasi warga dan perumahan Trikora ke lahan kosong yang masih berada di Komplek Trikora juga. “Masih di Komplek Trikora, karena di situ masih ada lahan kosong,” ujar Pangkoopsau I. Ia juga menegaskan bahwa proses relokasi baru akan dilaksanakan kalau perumahan baru sudah siap.

“Jadi, warga tidak perlu resah. Malah dapat rumah baru nantinya,” kata Yuyu. Perumahan baru pun akan dibuat persis dengan perumahan saat ini. Baik nama jalannya maupun lokasi bangunannya. “TNI AU akan memperhatikan masalah tersebut, sehingga warga merasa nyaman,” ujarnya.

Author: Roni Sontani