Pesawat Latih KT-1B TNI AU Akan Dilengkapi Kotak Hitam

2330
Pesawat KT-1B registrasi LD-0117 saat sedang dicuci. Sumber gambar: Penlanud ADI

Guna meningkatkan keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), TNI AU saat ini sedang menyiapkan pemasangan Flight Data Recorder (FDR) atau “Kotak Hitam” di pesawat latih buatan Korea Selatan, KT-1B Woong Bee.

Rapat Koordinasi Penentuan dan Penempatan FDR di pesawat KT-1B telah dilaksanakan di Lanud Adisutjipto melibatkan Wingdikterbang Lanud Adisutjipto, Diskomlekau, Koharmatau, dan Kodiklatau. Rapat dipimpin Komandan Wingdikterbang Lanud Adisujtipto Kolonel Pnb Bonang Bayuaji mewakili Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M, Selasa (6/12/2016).

Siap digunakan untuk melatih siswa penerbang maupun siswa instruktur. Sumber gambar Penlanud ADI
Siap digunakan untuk melatih siswa penerbang maupun siswa instruktur. Sumber gambar Penlanud ADI

Dalam sambutan yang dibacakan Danwingdikterbang, Danlanud Adisutjipto menyatakan, keselamatan terbang dan kerja telah menjadi komitmen bersama. Diharapkan, risiko kerugian baik di bidang peralatan, personel, serta biaya dapat diminimalisir. “Oleh karena itulah, budaya safety menjadi hal yang sangat penting bagi kita semua. Untuk menuju ke sana, kondisi kelaikan alutsista dan permasalahan serta perkembangannya harus kita pahami dan kita kuasai tanpa toleransi sedikit pun,” kata Novyan Samyoga.

Dengan akan dipasangnya perangkat FDR di pesawat latih KT-1B yang juga adalah pesawat tim aerobatik TNI AU The Jupiters, diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada pelaksanaan tugas terutama pada operasional pendidikan di Sekbang Lanud Adisutjipto.

Dijelaskan Samyoga, saat ini pesawat latih KT-1B yang dimiliki TNI AU memang belum dilengkapi FDR. Kotak hitam ini akan merekam data-data teknis selama penerbangan dan juga pembicaraan pilot dengan petugas air traffic control (ATC). Tahap pertama, FDR akan dipasang pada lima pesawat KT-1B. Sementara pesawat latih TNI AU yang lain, Grob G120TP-A seluruhnya sudah dilengkapi dengan kotak hitam.

KT-1B Woong Bee buatan Korea Selatan. Sumber gambar: Penlanud ADI
KT-1B Woong Bee buatan Korea Selatan. Sumber gambar: Penlanud ADI

Komandan Skadik 102 Letkol Pnb Sri Raharjo menjelaskan kepada Angkasa, FDR yang akan dipasang di KT-1B mampu merekam pembicaraan pilot, sama fungsinya dengan CVR (cockpit voice recorder) di pesawat komersial. “FDR di sini fungsinya mampu merekam pembicaraan pilot juga, seperti CVR. Istilahnya saja yang beda,” ujarnya.

Indonesia membeli pesawat latih dasar KT-1B Woong Bee dari Korea Selatan sebanyak 17 unit. Tiga di antaranya mengalami musibah. Pesawat digunakan di Skadik 102, Wingdikterbang Lanud Adisutjipto untuk melatih para penerbang dan juga instruktur penerbang. Bersama Jupiter Aerobatic Team atau The Jupiters, KT-1B TNI AU telah melanglang buana dan tampil di sejumlah ajang bergengsi di negara-negara ASEAN.

Author: Roni Sontani