Ini Dia Rekam Jejak Pesawat Kombatan TNI AU (Bagian I)

3709
Sumber gambar: tni-au.mil.id

Mengingat kembali sejarah tentang TNI Angkatan Udara (AU) Indonesia, akan membuat kita bangga padanya. Dalam sejarah panjang kehadirannya sebagai salah satu kekuatan pelindung Bangsa Indonesia, TNI AU memiliki peran-fungsi krusial untuk tugas-tugas operasi serangan udara. Seiring dengan sejarah dan peran-fungsi, TNI AU tak lepas dari pesawat-pesawat kombatan yang digunakannya sebagai alutsistanya untuk bertempur di medan perang.

Jika ditelusuri, jenis pesawat kombatan yang pernah dan sedang dioperasikan TNI AU sejak pasca proklamasi kemerdekaan cukup beragam. Pesawat peninggalan Jepang mengawai kepemilikan pesawat kombatan TNI AU. Kemudian pesawat bekas Belanda, Blok Timur, AS dan Eropa menjadi kekuatan TNI AU. Selang waktu berlalu, pesawat kombatan Rusia pun kembali dilirik TNI AU pada tahun 2011. Berikut adalah rekam jejak pesawat-pesawat kombatan yang  dimiliki TNI AU dari masa ke masa:

Pesawat kombatan era pertama yang dimiliki TNI AU adalah pesawat Yokosuka K5Y1 Willow atau yang lebih dikenal dengan ‘Churen’ buatan Jepang. Pesawat ini digunakan untuk melatih penerbang Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, juga ada pesawat lain peninggalan Jepang seperti Nakajima Ki-43 Hayabusha, Mitsubishi Ki-51 Guntei, Mansyu Ki-79b Nishikoren dan Ki-55 Chukiu.

Walaupun pesawat ini sejatinya adalah pesawat latih, namun Churen dan Guntei dimodifikasi sebagai pesawat kombatan. Misi pertama Churen dan Guntei adalah melakukan serangan udara dengan target Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa pada 29 Juli 1947.

Pada era tahun 1950an, TNI AU kelimpahan hibah pesawat secara bertahap dari ML Belanda pasca KMB. Pada era ini, alutsista TNI AU diperkuat dengan pesawat pembom B-25 Mitchel, B-26 Invader dan pesawat pemburu P-51D Mustang pada tahun 1950. Selain itu, TNI AU diperkaya pesawat jet dengan datangnya DH-115 Vampire dari Inggris, pada 20 Maret 1957. Hadir pula pesawat-pesawat pencegat MiG Family seperti MiG-15 UTI Midget pada tahun 1958 dan MiG-17 Fersco pada tahun 1959.

Author: Fery Setiawan