Ini Dia Rekam Jejak Pesawat Kombatan TNI AU (Bagian II)

2063
Sumber gambar: Istimewa/twitter

Memasuki era tahun 1960an, TNI AU memasuki era kejayaannya. Pada era ini, TNI AU mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah angkatan udara yang paing canggih dan menakutkan di belahan bumi selatan. Pesawat mutakhir (kala itu) didatangkan ke Indonesia seperti pesawat pencegat MiG-19 Farmer (1963), MiG 21 Fishbed (1964), MiG-21F, Il-28 Beagle (1964) serta pesawat pembom Tu-16 Badger (1968) untuk memperkuat TNI AU.

Memasuki era tahun 1970an masuk pesawat seperti Lockheed T-33A Birds tahun 1973 bersama dengan F-86 Avon Sabre. Sedangkan pesawat Rockwell Internationa OV-10F Bronco pada akhir tahun 1976. OV-10F Bronco dilengkapi dengan empat senapan mesin caliber 7,62 mm dan mampu membawa amunisi seberat 750 kg.

Di era tahun 1980an, mulailah masuk Northrop F-5 E/F Tiger II di Indonesia pada April 1980. Di eranya, pesawat ini menjadi raja di angkasa karena dilengkapi dengan rudal udara AIM-9 P-2 Sidewinder.  Kehadiran British Aerospace Hawk MK-53 dikirim untuk memperkuat keamanan udara Indonesia pada September 1980. Hadir pula Mc Donnell Douglas A-4N Skyhawk yang dikirim dari Israel ke Indonesia

Pada era tahun 1990an masuklah pengadaan pesawat kombatan General Dynamic F-16A/B Block 15 OCU Fighting Falcon di Indonesia untuk mendukung performa tempur TNI AU. Bukan sembarang F-16 A/B Block 15, namun TNI AU memesan khusus pesawat tipe tersebut yang di-upgrade untuk mendekati kemampuan F-16 C/D. pada tahun 1996, British Aerospace Hawk 109/209 pun hadir memperkuat TNI AU yang dipersiapkan untuk menghadapi permasalahan krusial.

Terakhir, pada tahun 2000an, pesawat kombatan asal Rusia kembali dihadirkan di Indonesia. Pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 Lanud Iswahjudi, Madiun, pada 28 Agustus 2003. Menurut sejarahnya, pesawat ini diciptakan untuk menandingi pesawat F-15 Eagle milik AS. Setidaknya, sampai tahun 2011 F-5 Tiger, Hawk MK-53, F-16 A/B Block 15, Hawk 109/209 dan Sukhoi masih tetap menjadi pesawat kombatan andalan TNI AU.

 

Sumber data:Majalah Angkasa Edisi Koleksi 2011

Author: Fery Setiawan