Ingin Wujudkan TNI AU Modern, KSAU Tidak Ingin Ada “Residu”

2067
hari jadi tni au
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Sumber gambar: JR Nugroho

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan tidak ingin ada “residu” di TNI Angkatan Udara. Ia ingin melakukan perubahan demi terwujudnya TNI AU yang modern. Apa yang dimaksud dengan “residu” oleh KSAU? Hadi tidak menjelaskan secara detail.

“Yang jelas, sekarang saatnya melakukan perubahan. Saya ingin adanya keterbukaan. Tadi saya sudah bicara dengan semua penerbang-penerbang muda,” ujarnya saat dihubungi Angkasa, Rabu (15/3/2017), usai melakukan kunjungan ke Lanud Roesmin Nurjadin terkait insiden tergelincirnya pesawat F-16 TS-1603 di ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melihat kondisi pesawat F-16 TS-1603 pasca insiden. Sumber gambar: Dispenau
KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melihat kondisi pesawat F-16 TS-1603 pasca insiden. Sumber gambar: Dispenau

Dalam kunjungan tersebut, KSAU melihat langsung kondisi pesawat pasca mengalami insiden. KSAU menerima penjelasan dari tim investigasi yang dipimpin Kepala Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara (Kadislambangjau) Marsma TNI Chairil Anwar.

KSAU juga menerima laporan mulai dari kondisi cuaca, kondisi pesawat sebelum penerbangan, kesehatan penerbang, hingga peristiwa kecelakaan itu terjadi.

Sebagaimana diketahui, sebuah pesawat tempur F-16B Fighting Falcon dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin dengan nomor ekor TS-1603 mengalami insiden tergelincir di ujung landasan 18 Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Selasa (14/3/2017).

KSAU melihat perangkat arresting cable sebagai pendukung kegiatan penerbangan F-16 di Pekanbaru. Sumber gambar: Dispenau
KSAU melihat perangkat arresting cable sebagai pendukung kegiatan penerbangan F-16 di Pekanbaru. Sumber gambar: Dispenau

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Jemi Trisonjaya menjelaskan, insiden terjadi pada pukul 17.25 WIB yang mengakibatkan pesawat mengalami kerusakan, namun kedua penerbang selamat. Mereka dalah Mayor Pnb Andry yang sehari-hari sebagai Kasiops Skadron Udara 16 dan Lettu Pnb Marco sebagai siswa konversi. Tergelincirnya pesawat F-16 tersebut disebabkan karena brake malfunction setelah pesawat mendarat dari landasan 36.

KSAU dengan didampingi Pangkoopsau I Marsma TNI Imran Baidirus dan Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi selanjutnya memberikan pengarahan kepada para penerbang Skadron Udara 12 dan Skadron Udara 16 serta para pendukung penerbangan lainnya dengan dihadiri seluruh jajaran pejabat lanud tersebut.

KSAU berharap pesawat F-16 TS-1603 dapat diperbaiki untuk digunakan kembali oleh TNI AU.

Author: Roni Sontani