Ikut Joyflight, 15 Ribu Warga Kunjungi Sarang Penempur

2769
Pesawat F-16 melakukan penerbangan sekaligus menghibur pengunjung Dirgantara Expo 2017 di Lanud Halim. Sumber gambar: Suharso Rahman

Sebanyak 15 ribu warga mengunjungi sarang penempur Lanud Iswahjudi di Magetan, Jawa Timur pada acara Gebyar Dirgantara 2017, Sabtu (22/4). Warga berdatangan dari Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan sekitarnya.

Kegiatan Gebyar Dirgantara diawali dengan jalan santai mengelilingi lanud dipimpin Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Andyawan. Usai jalan santai lima belas ribu warga yang hadir dihibur oleh marching band SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi.

Persembahan berikutnyua adalah simulasi Serangan Udara Langsung (SUL) oleh pesawat T-50i Golden Eagle Skadron Udara 15, terjung payung dan pembebasan sandera oleh prajurit Batalyon Komando 463 Paskhas, serta flypass pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3.

Sebanyak 15 ribu warga mengunjungi Lanud Iswahjudi untuk mengikuti jalan santai dan menyaksikan Gebyar Dirgantara. Sumber foto: Pentak Lanud Iswahjudi
Sebanyak 15 ribu warga mengunjungi Lanud Iswahjudi untuk mengikuti jalan santai dan menyaksikan Gebyar Dirgantara 2017. Sumber foto: Pentak Lanud Iswahjudi

Gebyar Dirgantara juga menampilkan atraksi aeromodeling dan kegiatan lain seperti lomba foto dan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD.

Acara makin meriah karena panitia menyediakan 153 buah doorprize, mulai dari mesin cuci, kulkas, sepeda gunung, laptop, hingga hadiah utama berupa lima sepeda motor.

Danlanud Iswahjudi berharap, dengan digelarnya acara Gebyar Dirgantara 2017 dalam rangkaian pelaksanaan Bulan Dirgantara Indonesia ini, dapat makin mendekatkan TNI AU dengan masyarakat.

“Masyarakat pun dapat menyaksikan langsung alutsista yang dimiliki TNI AU di Lanud Iswahjudi. Maysarakat dan pelajar yang hadir dapat mencintai minat dirgantara dan nantinya bisa mengabdikan diri melalui TNI Angkatan Udara,” ujar Andyawan. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam acara tersebut.

Pemenang doorprize lima unit sepeda motor. Sumber gambar: Pentak Lanud Iswahjudi
Pemenang doorprize lima unit sepeda motor Gebyar Dirgantara 2017. Sumber gambar: Pentak Lanud Iswahjudi

Joyflight CN295

Sementara itu, pelaksanaan Dirgantara Expo 2017 di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma yang sempat terhenti akibat terkena hujan lebat dan badai angin pada Jumat (21/4), dilanjutkan lagi pada hari Sabtu dan Minggu ini. Meski pameran produk dibatalkan karena tenda-tenda pameran roboh, kegiatan lain terus berlangsung menampilkan beragam alutsista dan persembahan atraksi udara.

Masyarakat yang hadir dapat menyaksikan static show pesawat Su-27/30, helikopter Puma, CN295, C-130, Fokker-28, kendaraan taktis, dan lainnya. Ada pula persembangan marching band Taruna AAU dan kegiatan aeromodeling.

Pengunjung Dirgantara Expo ikut joyflight pesawat CN295. Sumber gambar: Eko/Dispenau
Pengunjung Dirgantara Expo 2017 di Lanud Halim ikut joyflight pesawat CN295. Sumber gambar: Eko/Dispenau

Untuk dynamic show ditampilkan manuver helikopter EC-120 Colibri dari Dynamic Pegasus dan tim aerobatik TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT), terjun free fall Korpakshas, peragaan SAR Tempur, serta terbang paramotor.

Kegiatan joyflight pada sorti pertama menggunakan pesawat CN295 telah diterbangkan sebanyak 41 warga mengelilingi wilayah Jakarta selama 30 menit.

Kegiatan non-keudaraan yang juga dilaksanakan meliputi pameran sepeda motor komunitas RX King, mobil jip, dan atraksi slalom drive.

Force majeure

Atas insiden robohnya tenda pameran yang turut mengakibatkan 20 orang luka-luka pada hari Jumat, Kadispenau Marsma TNI Jemi Trisonjaya menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita dari KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dikatakan kejadian tersebut merupakan force majeure dan di luar kemampuan manusia.

“Kejadian tersebut tidak membawa korban jiwa, sedangkan korban luka dari masyarakat dan TNI AU sebanyak 20 orang telah dilaksanakan evakuasi dan diberikan pengobatan oleh para dokter di rumah sakit Dr Esnawan Antariksa,” kata Jemi.

Author: Roni Sontani