Buka Rapim TNI AU, KSAU Sampaikan Hal-hal Penting Ini

2451
KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyalami para komandan satuan usai membuka Rapim TNI AU 2017 di Mabesau. Sumber gambar: Dispenau

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU Tahun 2017 di Mabesau, Jakarta Timur, Selasa (24/1). Rapim TNI AU diikuti oleh 312 peserta mulai dari Wakil KSAU hingga para komandan satuan ditambah 50 staf pendukung.

Asisten Personel KSAU Marsda TNI Yadi Husyadi menyampaikan, sasaran Rapim TNI AU kali ini adalah terlaksananya kesatuan pemahaman, pola sikap, dan pola tindak dari seluruh unsur pimpinan Angkatan Udara sehingga pelaksanaan program kerja tahun 2017 dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan.

Yadi menerangkan, Rapim TNI AU 2017 mengambil tema “Berjiwa Kesatria, Militan, dan Loyal Siap Melaksanakan Tugas Pokok.”

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Rapim TNI AU berupa paparan oleh Irjenau, para Asisten KSAU, Inkopau, dan Yasau tentang evaluasi pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2016 serta kebijakan dan strategi program kerja tahun anggaran 2017 dilanjutkan dengan tanya jawab.

Suasana Rapim TNI AU 2017 di Mabesau, Cilangkap. Sumber gambar: Ron
Suasana Rapim TNI AU 2017 di Mabesau, Cilangkap. Sumber gambar: Ron

KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka Rapim TNI AU 2017 pada pukul 08.11 WIB usai menyampaikan sambutan pembukaannya. Dalam poin-poin sambutannya, KSAU memaparkan bahwa Rapim TNI AU merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang telah dilaksanakan sebelumnya. Rapim TNI AU merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk memantapkan konsolidasi dalam jajaran Angkatan Udara. Rapim TNI AU juga sebagai kepedulian Angkatan Udara terhadap agenda nasional beserta dinamikanya

Sejalan dengan hal tersebut, kata Hadi Tjahjanto, Rapim TNI AU 2017 bertujuan memberikan persepsi yang sama mengenai kebijakan Panglima TNI kepada Kepala Staf Angkatan Udara untuk menghadapi tugas-tugas yang akan datang. Memantapkan persepsi dan interpretasi TNI AU dalam menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis sesuai dengan visi pemerintah. Meningkatkan koordinasi guna memantapkan pembinaan satuan khususnya pembangunan kesiapsiagaan menghadapi tugas ke depan serta mendapatkan masukan dan menyampaikan kebijakan pimpinan dalam rangka pelaksanaan program pengembangan kemampuan dan pembinaan kekuatan TNI AU.

Suasana Rapim TNI AU 2017 di Mabesau, Cilangkap. Sumber gambar: Ron
Suasana Rapim TNI AU 2017 di Mabesau, Cilangkap. Sumber gambar: Ron

Empat kebijakan

Pokok-pokok pembinaan harus ditujukan guna mewujudkan postur TNI AU dalam kesiapan melaksanakan kesiapan operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

“Untuk mengimplementasikan hal tersebut ada empat kebijakan yang perlu kita tindaklanjuti,” kata Hadi Tjahjanto.

Berikut ringkasan empat kebijakan yang dicanangkan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto:

  1. Konsep gelar kekuatan TNI AU harus mempertimbangkan aspek mampu menjamin fleksibilitas pelaksanaan operasi baik di dalam negeri maupun saat diperlukan untuk operasi di luar zona ekonomi ekslusif (ZEE). Dapat memberi efek tangkal, pencegahan, dan fungsi penindakan terhadap setiap ancaman. Penataan kekuatan tidak terpusat di Jawa, namun menyebar sehingga tidak terjadi kekosongan di wilayah lain.
  1. Penegakan hukum di lingkungan TNI AU. Para komandan satuan mulai dari satuan terbawah harus mampu melakukan deteksi dini dan cegah dini. Kasus korupsi yang melibatkan oknum TNI AU harus segera ditindaklanjuti dan dilimpahkan ke pengadilan militer.
  1. Peningkatan kualitas personel TNI AU diimbangi dengan jiwa kesatria, militan, dan loyalitas.
  1. Keselamatan terbang dan kerja dan mission accomplished harus menjadi pedoman bukan retorika. Lambangja harus dilaksanakan secara tepat melalui budaya safety dan tidak bekerja berdasarkan rutinitas, melainkan mampu mengembangkan inovasi dan kreativitas.
Author: Roni Sontani