Indonesia Memimpin Perolehan Medali AASAM 2017

5986
Anggota TNI dalam AASAM 2017.

Australia kembali menyelenggarakan kompetisi AASAM (Australian Army Skill at Arms Meeting) 2017 pada tanggal 5-26 Mei 2017 di Puckapunyal Military Area, Victoria.

Ini adalah kali kesepuluh kompetisi kecakapan militer antar negara pesertanya diselenggarakan di Puckapunyal, setelah pertama kalinya diadakan pada 1984 di ANZAC Range Malabar.

Dalam AASAM 2017 kali ini peserta datang dari 19 negara di luar Australia. Yaitu Indonesia, Jepang, UEA, Filipina, Malaysia, Singapura, AS (AD dan Marinir), Kanada, Malaysia, Thailand, Korea, Kamboja, Timor Leste, Tonga, Papua Nugini, Perancis, dan Selandia Baru.

Kompetisi tahun ini diwarnai kondisi cuaca yang tidak ideal. Angin berhembus kencang dan hujan turun rintik-rintik sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik peserta dan jalannya lomba.

Indonesia masih memimpin peraihan medali.
Indonesia masih memimpin peraihan medali.

Kompetisi diadakan dalam berbagai mata lomba, baik individu maupun beregu untuk kelas pistol, senapan serbu standar, dan senapan runduk.

Tidak hanya kemahiran tembak statik, kompetisi juga diadakan secara dinamis dengan berbagai skenario. Sampai Minggu, 21 Mei 2017, Indonesia memimpin dengan 13 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

Mata lomba yang didominasi oleh kontingen Indonesia antara lain adalah Long Range Rapid – 450m dengan senapan serbu standar dengan medali emas dan perunggu; Moving Target at 100, 75, 50, dan 25m dengan medali emas dan perak; Long Range Team Aggregate menggunakan senapan serbu standar dengan hasil medali emas; Sniper High Value Target Match dengan hasil medali emas; Sniper Bounce Back dengan hasil medali emas; dan Sniper Scenario 1 dengan hasil medali emas.

Kontingen Indonesia menggunakan paduan senjata buatan dalam negeri dan luar negeri untuk kompetisi AASAM kali ini.

Dari senapan serbu sudah tentu SS-2 HBAR dengan laras heavy barrel dan optik jarak menengah yang digunakan. Sementara pistol menggunakan G2, keduanya buatan PT Pindad.

Senapan mesin ringan dan sedang menggunakan FN Minimi dan juga FN MAG 58. Sementara senapan runduk, kontingen Indonesia pada tahun ini menurunkan AX308 buatan Accuracy International, Inggris.

Author: Aryo Nugroho