Akibat Uji Rudal Balistik Serangan Militer ke Korut Kemungkinan Besar Dilakukan Oleh AS-Korsel

1178

Presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru Moon Jae-in yang dikenal sebagai sosok antiperang dan pendorong reunifikasi Korut-Korsel. Namun pada hari Rabu (17/5/2017) lalu ia memberikan pernyataan yang mengejutkan kepada media Korsel Yonhap.

Moon Jae-in mengatakan, akibat uji coba rudal balistik Hwasong-12 milik Korut, ada “kemungkinan sangat besar” Korut akan diserang secara militer oleh AS-Korsel dalam waktu dekat.

Menurut Moon Jae-in, uji coba penembakkan rudal balistik Korut itu telah menjadi ancaman bagi dunia internasional.

Apalagi proyek Korut untuk terus meningkatkan kemampuan rudal balistik dan pengayaan nuklir dilakukan secara terang-terangan. Korut dianggap tidak menggubris peringatan PBB dan saran dari China.

China sendiri beberapa kali telah berupaya melobi Korut untuk menghentikan program nuklirnya tapi ternyata diabaikan.

Presiden Moon sebenarnya masih memiliki solusi untuk berdialog dan memberikan sanksi ekonomi kepada tetangganya itu.

Tapi uji coba peluncuran rudal Korut, yang dari sisi Kim Jong Un merupakan sukses besar  itu justru telah menjadi alasan utama bagi Moon Jae-in untuk bertindak tegas.

Presiden Moon secara terang-terangan bahkan siap melancarkan agresi militer bersama militer AS ke Korut.

Keputusan Presiden Korsel itu sebenarnya sama dengan keputusan Presiden AS Donald Trump yang sudah berkali-kali ingin melancarkan serangan militer ke Korut.

Tapi AS biasanya menunggu dulu reaksi PBB untuk melancarkan serangan militer. PBB sendiri telah mengeluarkan kritik tajam terhadap uji coba peluncuran rudal balistik Korut.

Jika Presiden Moon dan Presiden Trump sudah pada tahap kesepakatan, tampaknya “kemungkinan sangat besar menyerang Korut” tidak akan terelakkan.

Author: A. Winardi