AK-12, Revolusi Terbaru Kalashnikov

4562

Sang legenda dunia persenjataan, inventor hebat, dan pahlawan Rusia Mikhail Kalashnikov meninggal dengan tenang pada usia 94 tahun di Kota Izhevsk pada 23 Desember 2013. Senapan serbu AK-47 warisannya telah mengubah wajah pertempuran, membuat prajurit dapat bertempur secara efisien dengan meringankan beban yang harus dibawa serta meningkatkan kapasitas peluru.

Penghargaan apa yang lebih baik bagi seorang penemu selain kelanjutan penggunaan ciptaannya? Angkatan bersenjata Rusia baru-baru ini mengumumkan bahwa AD Rusia akan mengadopsi AK-12 (AK-200) menggantikan AK-74 sebagai senapan serbu standar. Sebagai langkah awal, 70.000 pucuk AK-12 sudah dibeli secara bertahap mulai 2012.

AK-12 adalah lompatan jauh diluar AK-47 dan AK-74. Sejumlah napas penyempurnaan ditiupkan ke dalam AK-12, sehingga memiliki fitur modern dan kini setanding dengan senapan serbu lainnya, atau boleh dikatakan, menjadi revolusi bagi desain AK-47 dan 74, tanpa meninggalkan sisi kepraktisannya yang membuat karya Mikhail Kalashnikov legendaris.

Desain atas AK-12 tidak lagi lahir dari tangan Mikhail Kalashnikov. Sebagai gantinya, tim di bawah arahan Vladimir Zlobin mengembangkan langsung AK-12 sebagai derivat Kalashnikov yang paling sempurna. Tujuan penyempurnaan adalah untuk meningkatkan faktor ergonomi, menambahkan fitur modern agar tetap kompetitif di pasar senjata dunia yang terus berevolusi serta menjaga agar setia pada tradisi keluarga besar AK-47 yang bandel, mudah dan minim perawatan namun akurat.

AK-12 sendiri bentuknya sudah berubah berkali-kali. Bentuk awalnya masih mirip AK-100 series. Lalu setelah berbagai penyempurnaan, AK-12 kini mencapai bentuk kelima, dan dianggap sudah mencapai bentuk final.

Perubahan paling kentara dibanding AK-47 dan AK-74 adalah sosoknya yang menggunakan garis desain tegas. Sisi kiri dan atas terlihat menyudut, berbeda dengan pendahulunya yang banyak menggunakan sudut melengkung.

Receiver dibuat dengan teknik stamping supaya ringan, dan hanya memiliki satu lightening cut di atas lubang magasen (magwell). Dimensi keseluruhannya hanya memiliki bobot kosong 3,2 kg atau penghematan sekitar 31% dari AK-47. Sudah sangat ringan dan setara dengan M16 atau M4A1.

Walaupun lebih ringan namun kaya fitur. Sebagai contoh, untuk pemasangan aksesoris, AK-12 benar-benar ramah pada berbagai macam teleskop. AK-12 menggunakan sistem rel Mil Std-1913 Picattinny Rail.

Pada bagian atas receiver rel membentang dari top cover belakang sampai ke handguard depan yang menutupi tabung gas. Handguard yang terbuat dari aluminium dengan metode CNC juga disiapkan dengan titik lubang pemasangan sistem rel di sisi kiri dan kanan, sementara pada bagian bawah sudah dicetak menyatu dengan handguard. Untuk membantu membuang panas, di setiap sisi handguard dilengkapi delapan lubang lonjong yang tersusun terpisah.

Ubahan lain terlihat pada receiver. Hilang sudah tuas selektor besar yang sekaligus berfungsi sebagai bolt stop dan pengaman. Sebagai gantinya, tim mencangkokkan tuas selektor ala Barat dengan ukuran kecil tetapi masih bisa dijangkau tangan yang menembak. Dan terpenting, tersedia di sisi kiri maupun kanan. Pilihan moda penembakannya unik, yaitu S-1-2-A (Safe, semi auto, 2 rounds, dan Full Auto).

Pemilihan selektor 2 peluru alias double tap dianggap opsi lebih baik dibandingkan 3-round burst karena lebih hemat peluru, dan titik perkenaannya belum bergeser terlalu jauh. Sistem operasi AK-12 tetap mengandalkan piston dengan leher panjang, namun kelihatannya bolt assembly dimodifikasi.

Pada bagian top cover, ubahan dilakukan dengan sistem engsel sehingga pada saat dibuka top cover tetap menempel pada receiver, mengurangi risiko kehilangan top cover saat membongkar senjata. Engsel pada top cover menempati posisi yang dulunya ditempati blok pisir pada AK-47/ 74, di tengah-tengah sisi atas senjata dan menempel ke trunnion. Sistem pisir model AK-47/74 mau tidak mau harus dihilangkan, karena jadi tidak bisa digunakan bila senapan dipasangi teleskop, dan yang kedua, menghalangi pemasangan optik.

Gagang utama (pistol grip) berkontur, dengan sudut lengkung ergonomis dan dilengkapi cerukan untuk jari-jemari yang mengenakan sarung tangan. Trigger guard dan pelatuk dimensinya tidak berubah dari pendahulunya, tetapi tombol rilis magasin  benar-benar dirombak, sehingga bisa diraih oleh telunjuk yang menarik pelatuk.

Dengan menekan tombol rilis ke depan, mekanisme pegas akan melepas magasin dan penembak langsung bisa memasang magasin baru. Bandingkan dengan AK-47 dan 74 dimana penembak harus menggunakan tangan kiri untuk menekan tombol rilis baru kemudian memasang magasin. AK-12 memastikan bahwa proses penggantian magasin tidak harus dilakukan dengan mengubah arah bidikan laras senjata, sehingga kewaspadaan situasional penembak tetap terjaga. Untuk magasin, AK-12 tetap mempertahankan penggunaan magasin AK-47 dan AK-74, tergantung kaliber yang dipakai.

Tim Zlobin juga menciptakan drum magasin baru kapasitas 95 peluru bagi yang menggunakannya sebagai senapan otomatis. Tuas pengokang kini bisa dipindah ke kiri atau kanan, dan tidak ikut bergerak seiring irama pergerakan bolt.

Untuk membantu pembidikan, ubahan terbesar dilakukan pada popor. Jika pada AK-74 menggunakan wire stock alias popor rangka lipat, dan AK-100 menggunakan popor pejal yang dilipat, AK-12 menggunakan popor tarik dan lipat, tidak kalah dari desain Barat.

AK-12_Engineering_technologies_international_forum_-_2012_04

Tabung popornya berbentuk lonjong, beda dengan desain Barat yang rata-rata menggunakan bentuk silinder. Keunggulannya, sisi popor dan sisi receiver bisa dijaga agar tetap sejajar. Untuk melipatnya tinggal menekan tombol bulat di pangkal popor. Satu fitur manis yang disematkan pada popor adalah cincin untuk memasang sling yang melingkar, sehingga kaitan sling bisa diputar ke kiri, bawah, dan kanan tanpa perlu melepasnya.

Fitur ini memudahkan senapan untuk dipasang ke depan dada, diputar ke punggung atau disandang ke samping tanpa perlu tersangkut-sangkut. Fitur macam ini masih jarang pada senapan serbu Barat. Hebatnya, popor AK-12 bisa disetel untuk melipat ke kiri atau kanan hanya  dengan mengubah rumah pangkal popor. Fitur ini tentu menarik untuk penembak bertangan kidal, sehingga dapat menyandang senjatanya ke arah kanan. Pada saat popor terlipat, senjata tetap bisa ditembakkan karena tidak menghalangi posisi bolt.

Mengenai masa depan AK-12, Deputi Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov sudah menyatakan bahwa 70.000 pucuk AK-12 dalam kaliber 5,45x45mm akan diadopsi sebagai senapan serbu standar. Aksi pembelian ini dianggap perlu, mengingat Kalashnikov Concern yang merupakan hasil merger Izmash dan beberapa pabrikan senjata lainnya tengah berada dalam kondisi kritis karena tidak memiliki penjualan yang memadai untuk membiayai operasional perusahaan. Rusia tentu tidak mau kehilangan Kalashnikov Concern yang usianya sudah mendekati seabad sebagai pabrikan senjata utama Rusia.

Di sisi lain, Direktur Utama Kalashnikov Concern Alexey Krivoruchko masih berhati-hati dengan menjawab diplomatis, karena AK-12 masih menjalani ujian dari Angkatan Bersenjata Rusia untuk dijadikan senapan serbu standar pengganti AK-74. Pengujian akhir akan dijalankan pada 2015. Barulah setelah itu dilakukan produksi massal. Walaupun begitu, AK-12 kelihatannya akan segera dipasarkan untuk sipil, dengan target utama pasar Amerika Serikat dimana Kalashnikov Concern sudah memiliki anak perusahaan Kalashnikov-USA.

Walaupun terlihat sebagai ironi, pasar sipil Amerika Serikat justru merupakan pasar terbesar bagi produk mereka, yang mendambakan senjata berharga murah, baik senapannya maupun pelurunya. Biarpun embargo atas Rusia sudah menyurutkan pasokan peluru 7,62x39mm dan 5,45x45mm, kepopuleran produk Rusia tetap menjulang tinggi.

Inilah penyebab AK-12 disiapkan dalam berbagai macam kaliber, termasuk 7,62x51mm NATO dan 5,56x45mm NATO yang tentunya tak akan pernah terbayangkan jika saja Uni Soviet masih berdiri. Inilah arti revolusi dalam bisnis yang sebenarnya, berubahlah mengikuti selera pasar jika anda mau survive dalam persaingan yang buas.

Author: Aryo Nugroho