AP II Targetkan Pendapatan Rp 8,24 Triliun di Tahun 2017

1362
PT Angkasa Pura II targetkan pendapatan Rp 8,24 triliun. Sumber gambar: Reni Rohmawati

Dalam tahun 2017 yang sebentar lagi datang, PT Angkasa Pura (AP) II menargetkan pendapatan Rp 8,24 triliun. Untuk meraih target pendapatan yang meningkat sekitar 25 persen dari tahun 2016 tersebut, pengelola 13 bandara di kawasan Barat Indonesia ini melakukan  akselerasi bisnis yang signifikan.

“Sebagai pengelola bandara yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan dan pebisnis, sudah saatnya bagi AP II melakukan akselerasi bisnis untuk meningkatkan daya saing di dunia internasional,” ucap Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II dalam siaran persnya pada hari ini (30/12).

Akselerasi bisnis itu, antara lain, memperluas cakupan bisnis dan melakukan pengembangan usaha secara cepat, seperti memanfaatkan terminal-terminal bandara yang baru. Tahun 2017 akan beroperasinya sejumlah terminal baru, yakni Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada awal April, Terminal Internasional Bandara Husein Sastranegara Bandung, Terminal Internasional Supadio Pontianak, Terminal Baru Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dan Terminal Baru Bandara Silangit Tapanuli Utara.

“Terminal baru dengan berbagai fasilitas terkini dapat memberikan kepastian ada peningkatan pelayanan bagi penumpang pesawat terbang. Dengan pengoperasian terminal baru, AP II optimis dapat meningkatkan jumlah penumpang,” ujar Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, “Kami  juga akan lebih aktif mengajak maskapai membuka rute-rute baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional. Kami berharap beberapa bandara pada tahun depan bersiap membuka rute internasional, seperti di Bandara Sultan Thaha Jambi.”

Dalam tahun 2017, AP II memperkirakan pergerakan penumpang di 13 bandara  103,34juta orang, meningkat 11 persen dibandingkan tahun 2016. Jumlah tersebut termasuk peningkatan jumlah wisatawan mancanegara, yang diproyeksikan mencapai 4 juta orang atau naik sekitar 600.000 orang dari tahun 2016.

Banyaknya penumpang dan pesawat yang menggunakan jasa bandara memang akan meningkatkan pendapatan suatu bandara. Target AP II juga ingin meraup pendapatan terbesar dari bisnis aeronautika, seperti dari passenger service charge (PSC), biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata, yang diproyeksikan mencapai Rp 5,038 triliun. Sementara itu, dari bisnis non-aeronautika ditargetkan pendapatan Rp 3,208 triliun yang berasal dari, antara lain, konsesi usaha, sewa ruang, reklame, kargo, dan usaha properti.

Untuk akselerasi bisnis lainnya, AP II juga akan memaksimalkan kinerja anak usahanya, yaitu PT Angkasa Pura Solusi (APS), PT Angkasa Pura Propertindo (APP), dan PT Angkasa Pura Kargo (APK). Pendapatan dari ketiga anak usaha tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,14triliun atau sekitar 13 persen dari target pendapatan AP II tahun 2017. Rinciannya, pendapatan dari APS Rp 667miliar, APK Rp 443 miliar, dan APP Rp 38,7miliar. Untuk meraih pendapatan itu, APP akan memulai bisnis perhotelan di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu, APK mengembangkan cargo village dan pengelolaan pergudangan di Soekarno-Hatta, sedangkan APS fokus pada bisnis information  communication & technology (ICT).

Saati ini, AP II bertransformasi untuk menjadi perusahaan kelas dunia yang mengoperasikan bandara kelas dunia. Kontribusi pendapatan terbesarnya pun bukan lagi berasal dari bisnis aeronautika, tapi bisnis non-aeronautika. Karena itu, tahun 2018 kontribusi pendapatan bisnis non-aeronautika ditargetkan 50% persen lebih dari total pendapatan perseroan.

Author: Reni Rohmawati