Rotorcraft Asia and Unmanned Systems Asia 2017 Jaring 3.000 Peserta

440
rotorcraft asia
Helikopter Airbus H160. Sumber gambar: Airbus Helicopters

Penyelenggaraan perdana Rotorcraft Asia dan Unmanned Systems Asia yang digelar 18-20 April lalu di Changi Exhibition Centre, Singapura, menjaring lebih dari 3.000 peserta dari 52 negara. Sebanyak 24 persen dari jumlah peserta itu berasal dari luar Singapura. Penyelenggaraannya yang kedua akan diselenggarakan 1618 April 2019 di tempat yang sama.

“Kami sangat berbesar hati dengan respons positif terhadap acara peresmiannya. Inifakta bahwa pelaku industri melihat Rotorcraft Asia dan Unmanned Systems Asiasebagai acara yang harus dihadiri karena terbukanya tawaran kolaborasi bisnis, pengetahuan tentang industri, dan peluang untuk memperluas jejaring. Dengan demikian, kami akan terus menggelorakan industri ini dengan dimensi yang lebih menarik lagi nantinya,“”kata Leck Chet Lam, Managing Director Experia Events di Singapura, Selasa (25/4/2017).

Komentar positif memang disuarakan oleh para peserta. Regional Executive Asia Pacific, Sikorsky, a Lockheed Martin Company, Christophe Nurit mengatakan,  “Kami sangat senang melihat bahwa Rotorcraft Asia dan Unmanned Systems Asiaterkonsentrasi di seputar inovasi dalam industri in. Berpartisipasi dalam acara inisebagai sponsor menegaskan kembali komitmen kami dalam industri ini di Singapura dan kawasan Asia Pasifik.

Rotorcraft Asia dan Unmanned Systems Asia adalah acara penting yang memungkinkan kita berinteraksi dengan banyak khalayak yang mewakili seluruh ekosistem di industri ini,” ucap Lu Weiyao, Co-Founder and Technical Director Flare Dynamics Pte Ltd. “Dengan berpartisipasi dalam acara ini, kami dapat memperluas jaringan yang lebih luas lagi.”

CEO PhilJets Group, Thierry Tea juga mengungkapkan, Rotorcraft Asia dan Unmanned Systems Asia telah membangun platform yang unik bagi kita untuk bertemu dengan para eksekutif dan produsen tingkat tinggi. Kami juga dapatmempelajari lebih lanjut tentang tren industri dan prakiraannya di kawasan ini.

Dalam eksibisi itu terjalin kemitraan antara Airbus Helicopters dan SingPost untuk uji coba pengiriman pesawat tak berawak. Proyek yang diberi nama “Skyways” ini untuk mengembangkan sistem pengiriman pesawat tak berawak di lingkungan perkotaan. Uji coba tahap awal yang melibatkan pengangkutan paket kecil menggunakan pesawat tak berawak di sekitar kampus National University of Singapore (NUS) diperkirakan akan berlangsung pada awal tahun 2018.

Head of Region, Southeast Asia & Pacific, Airbus Helicopters. Philippe Monteux, pun mengapresiasi acara yang dinilainya terorganisasi dengan baik. Kami senang dapat bertemu dengan berbagai pelanggan, mitra, dan pemasok, untuk berbagi ide dan mendiskusikan peluang mengembangkan pasar di wilayah ini.

Sementara itu, Bell Helicopter juga memanfaatkan acara tersebut untuk memperkuat kemitraan dengan pasar utamanya, seperti dengan Indonesia, India, dan Vietnam. Tata Steel Group membeli helikopter Bell 429 kedua untuk mendukung operasi produksi baja. Air Pacific Utama (PT APU) juga menandatangani perjanjian pembelian Bell 407GXP dan Customer Advantage Plan (CAP) pertama, pelanggan berbasis Asia yang pertama untuk menandatangani solusi layanan baru.

Managing Director Bell Helicopter Asia Pacific, Sameer A. Rehman mengatakan, “Kami dapat merayakan beberapa keberhasilan selama pameran serta memamerkan teknologi produk kami yang sedang berkembang dan berbagi visi kami untuk masa depan helikopter. “

Author: Reni Rohmawati