Hotel Indonesia Natour Jajaki untuk Jadi Hotel Kru Pesawat

417
Garuda indonesia
Sumber gambar: Reni Rohmawati

PT Hotel Indonesia Natour (HIN) sedang menjajaki kerja sama dengan Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia untuk menjadi tempat menginap atau hotel bagi pilot dan awak kabin kedua maskapai tersebut. Sudah lama memang kru pesawat terbang maskapai penerbangan BUMN itu tak lagi menginap di hotel HIN karena kondisi hotel-hotelnya tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan kedua maskapai penerbangan tersebut.

“Untuk menjadi hotel kru pesawat, kami sudah menjajakinya. Namun kami belum bisa dalam waktu dekat ini karena mereka juga sudah terikat kontrak dengan hotel lain. Umumnya kontrak itu per dua tahun,” ujar Iswandi Said, Direktur Utama PT HIN di Jakarta, Jumat (26/5).

Dia pun menambahkan, untuk hotel, kru pesawat biasanya meminta berbagai fasilitas sebagai persyaratannya, seperti ada kolam renang dan fasilitas fitnes. “Hotel kami di Medan misalnya, belum ada kolam renangnya. Jadi, kru tidak menginap di hotel kami. Namun untuk kantornya, Garuda sudah menyewa di area hotel kami (Grand Inna Medan),” jelas Iswandi.

Walaupun demikian, Iswandi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kontrak untuk menjadi hotel bagi kru penerbangan haji di Padang. “Untuk penerbangan haji tahun ini, krunya akan menginap di Grand Inna Padang,” ujarnya.

Di samping itu, HIN juga akan mengelola hotel di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dibangun PT Angkasa Pura (AP) II. Hotel Inna SKY berbintang tiga atau empat itu akan memiliki 138 kamar. “Masih menunggu waktu untuk membangun hotel yang berada di area di terminal itu. Kemungkinan tahun 2018 bisa selesai,” kata  Satria Pringgodani. Direktur Operasi PT HIN.

Menurut Iswandi, saat ini HIN sedang melaksanakan  program transformasi perusahaan periode tahun 2017-2021 untuk mengembangkan “Inna Hotels & Resorts”. Pengembangan hotel milik bangsa Indonesia ini untuk mempersembahkan keramahtamahan khas Indonesia yang bertaraf internasional dan sebagai market leader untuk jaringan perhotelan nasional, di tengah-tengah industri perhotelan yang sangat kompetitif.

Program transformasi dengan tahap turn around, growth, leading, worldwide, dan expansion  itu sejalan dengan tugas dari Kementerian BUMN. Pada 28 September 2016, Menteri BUMN Rini Soemarno telah membentuk konsolidasi seluruh hotel yang dimiliki BUMN dalam sinergi Hotel Indonesia Group” (HIG) dengan HIN sebagai koordinatornya.

HIN saat ini sedang melakukan penataan dan perbaikan berbagai sarana dan fasilitas hotel di berbagai kawasan. Di samping itu juga dilakukan, peningkatan kualitas  layanan dan pengembangan program pemasaran, serta pengembangan “human capital management system”. Melalui website www.hotelindonesiagroup.co.id, tersedia berbagai layanan dan reservasi, termasuk dalam bentuk mobile app.

“Untuk program transformasi sampai lima tahun ke depan, investasinya sekitar satu triliun rupiah,” ungkap  Andy F Manvaludhi, Direktur Keuangan PT HIN.

Sekarang ini, HIG beranggotakan 43 hotel: tujuh hotel Patra Jasa (anak perusahaan Pertamina), tujuh hotel AeroWisata (anak perusahaan Garuda Indonesia), 14 HIN, sembilan milik Pegadaian (Pesonna Hotels), satu hotel milik Taman Wisata Candi (Manohara Hotel Borobudur), dan lima hotel milik PT Jakarta Tourisindo. Dalam beberapa waktu ke depan, 15 hotel lagi akan bergabung. Targetnya, HIG beranggotakan lebih dari 100 hotel.

“Ke depan, HIG diharapkan menjadi hotel chain terbesar di Indonesia, sehingga hotel-hotel tersebut menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hotel yang memberi kemudahan dan layanan terbaik bagi para wisatawan asing dan lokal, dengan mengedepankan keramahtamahan Indonesia yang bertaraf internasional,” tutur Iswandi.

Iswandi pun menekankan bahwa “Inna Hotels & Resorts” harus dapat menjadi role model bagi hotel-hotel BUMN yang lain dalam rangka sinergi national hotel chain.

Author: Reni Rohmawati