AP II Beri Insentif Maskapai Yang Lakukan Extra Flight

888

PT Angkasa Pura II yang mengelola bandara 13 bandara besar di Indonesia bagian Barat menyiapkan insentif bagi maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan atau extra flight khusus rute domestik pada masa angkutan lebaran tahun ini. Pemberian insentif tersebut khusus bagi pesawat berbadan sedang atau narrow body semisal Boeing 737-800 NG atau Airbus A320.

Insentif yang diberikan adalah pembebasan biaya atau free of charge terhadap jasa pendaratan (landing fee) dan potongan 50% terhadap biaya tarif perpanjangan jam operasi.

Sebagai ilustrasi, apabila maskapai beroperasi dengan Boeing 737-800 NG di Bandara Supadio, Pontianak, pada pukul 01.00 WIB maka maskapai tersebut mendapat pembebasan biaya jasa landing fee ditambah potongan 50% terhadap biaya perpanjangan jam operasi. Hal ini karena operasional reguler Bandara Supadio hanya sampai pukul 24.00 WIB.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan insentif ini diberikan untuk mendukung kelancaran penerbangan di bandara-bandara AP II khususnya pada masa angkutan lebaran. AP II berharap extra flight tidak membebani operasional maskapai.

“Insentif potongan 50% terhadap biaya perpanjangan jam operasi bandara dimaksudkan agar maskapai mau mengoperasikan extra flight di luar jam operasional reguler bandara sehingga penerbangan tambahan tidak terlalu dekat waktunya dengan jadwal yang sudah ada. Hal ini juga sebagai salah satu antisipasi dalam mengurai kepadatan saat peak season seperti masa angkutan lebaran,” ujar Muhammad Awaluddin.

Pemberian insentif ini juga merupakan salah satu inovasi dan strategi dari PT Angkasa Pura II (Persero) untuk dapat mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.

Ke depannya, tidak menutup kemungkinan insentif lainnya sesuai dengan kondisi yang ada akan diberikan kepada maskapai sehingga industri penerbangan di Tanah Air dapat semakin berkembang.

“Kami berharap dengan adanya insentif maka maskapai akan semakin bersemangat untuk menambah penerbangan atau membuka rute-rute baru di bandara-bandara AP II sehingga dapat mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional,” papar Muhammad Awaluddin.

AP II hingga kini juga masih memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute internasional baru sebagai upaya mendorong pertumbuhan wisatawan mancanegara yang melalui bandara-bandara AP II sebanyak 4 juta penumpang pada tahun 2017 sesuai dengan program Kementerian Pariwisata.

Author: gatot r